JAKARTA, inikalteng.com – Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengundurkan diri pada Senin (6/10), meski masa jabatannya belum genap sebulan.
Mengutip AFP, Istana Kepresidenan Elysee menyampaikan bahwa Presiden Emmanuel Macron telah menerima surat pengunduran diri Lecornu pada hari yang sama.
Padahal, Macron baru saja menunjuk Lecornu untuk menggantikan Francois Bayrou, yang sebelumnya mundur setelah memicu demonstrasi besar akibat usulan sejumlah kebijakan kontroversial.
Lecornu dan kabinetnya mundur hanya beberapa jam setelah mengumumkan susunan menteri mereka.
Langkah Lecornu ini semakin memperburuk krisis politik dan kepemimpinan yang terus melanda pemerintahan Macron.
Menurut laporan Politico, keputusan pengunduran diri Lecornu terjadi setelah partai oposisi dan sebagian mitra koalisi minoritas Macron bereaksi keras terhadap komposisi kabinet baru tersebut.
Pasalnya, banyak nama dalam kabinet itu merupakan tokoh lama yang pernah menjabat di pemerintahan sebelumnya atau menduduki posisi tinggi di masa lalu.
Mantan Menteri Pertahanan berusia 39 tahun itu menjadi perdana menteri kelima Macron sejak sang presiden terpilih kembali untuk masa jabatan keduanya pada 2022.
Lecornu ditunjuk dengan tugas berat untuk meloloskan rancangan anggaran yang dipangkas guna menekan defisit negara.
Ia juga menjabat di tengah upaya Prancis meyakinkan pasar keuangan bahwa ekonomi terbesar kedua di Uni Eropa tersebut masih berada dalam kendali.
Setelah kabar pengunduran diri Lecornu beredar, indeks saham utama Prancis, CAC, langsung merosot 2 persen pada penutupan perdagangan.










