Pandemi Covid-19 Timbulkan Berbagai Kesulitan
YOGYAKARTA – Mahasiswa asal Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang kuliah di luar daerah, sekarang ini juga sangat merasakan berbagai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Seperti yang dialami mahasiswa asal Kalteng di Yogyakarta. Berbagai kesulitan yang mereka hadapi, perlu mendapat penanganan serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng.
Salah seorang mahasiswa asal Kalteng yang kuliah di Yogyakarta, Yordi mengakui pihaknya bersama kawan-kawan memang mengalami berbagai kesulitan pada situasi sekarang ini.
“Untuk saat ini, kami tidak bisa berbuat banyak, dan dalam kondisi serba keterbatasan. Namun, tidak ada pilihan lain, kami berupaya untuk tetap bertahan semampu kami, dengan cara saling membantu satu sama lainnya. Kondisi kami di sini memang sangat sulit, terlebih lagi kami jauh dari orang tua dan keluarga,” ungkap Yordi yang dihubungi via telepon genggam dari Palangka Raya, Rabu (6/5/2020).

Kondisi itu dialami oleh semua mahasiswa asal Kalteng yang ada di Yogyakarta, baik mahasiswa yang mendiami Asrama Pakuningratan, Asrama Abu Bakar Ali (ABA), maupun mahasiswa yang tibggal di kos-kosan dan rumah kontrakan.
“Untuk bertahan hidup di sini (Yogyakarta), kami saling bantu satu sama lainnya. Kami di sini masih belum ada menerima bantuan dari pemerintah daerah di Kalteng, baik itu dari Pemprov, Pemkab maupun Pemkot,” jelasnya.
Diungkapkan Yordi, mahasiswa asal Kalteng yang tinggal di Asrama Pakuningratan Yogyakarta, jumlah 14 orang. Selain itu, banyak pula mahasiswa asal Kalteng yang tinggal di luar asrama, seperti di kos-kosan atau rumah kontrakan, yang jumlahnya hingga saat ini tercatat sekitar 200 orang.
Menyinggung soal bantuan, menurut Yordi, pihaknya hanya mendapat kabar bahwa ada beberapa mahasiswa setempat yang mendapat bantuan dari Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat.
Selain itu, pihaknya juga sangat bersyukur serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah peduli terhadap kondisi mereka. Di antaranya, bantuan dari warga Yogyakarta dan warga sekitar, serta bantuan dari para alumni perguruan tinggi di Yogyakarta asal Kalteng yang disalurkan secara pribadi kepada mahasiswa di Yogyakarta.
“Pada umumnya kondisi kawan-kawan mahasiswa asal Kalteng yang ada di Yogyakarta, saat ini memang rata-rata sedang menghadapi kesulitan, terutama secara ekonomi. Karena, ada beberapa mahasiswa yang kiriman bulanannya menurun dari biasanya. Bahkan bisa jadi ada yang sampai terputus kirimannya untuk sementara waktu. Mungkin karena orang tuanya untuk sementara waktu tidak bisa mengirimkan uang saku seperti biasanya,” tutur Yordi.
Karena itu, pihaknya berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemprov Kalteng maupun Pemkab/ Pemko se-Kalteng. Sebab, pihaknya generasi muda juga bagian dari masyarakat Provinsi Kalteng yang juga perlu mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah daerah di Kalteng.
“Memang, kami tidak memaksa. Tapi setidaknya pemerintah daerah, baik itu Gubernur Kalteng, Bupati dan Wali Kota, juga bisa memperhatikan nasib kami di sini,” harap Yordi.(red)










