Ketum Majelis Sinode GKE Turun Langsung Serahkan Bantuan

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) kembali menyalurkan bantuan kepada puluhan warga yang terkena musibah bencana banjir di wilayah Kota Palangka Raya. Setelah sehari sebelumnya juga menyerahkan bantuan di Kabupaten Katingan.

Kali ini, Ketua Umum Majelis Sinode GKE Pdt Simpon F Lion MTh turun langsung menyalurkan bantuan kepada puluhan warga terdampak bencana banjir di Desa Talio, Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Palangka Raya, Rabu (15/9/2021), bertempat di Gereja Asi.

Selain di Talio, bantuan juga diserahkan kepada warga terdampak banjir di kawasan flamboyan bawah dan sekitarnya. Bantuan ini akan terus disalurkan melalui Crisis Center GKE pada waktu berikutnya di daerah yang memang dinilai sangat membutuhan.

Turut mendampingi Ketum, Ketua Harian Leonard S Ampung, Wakil Sekretaris Umum Pdt Gunedi, Anggota Yulindra Dedi, Sipet Hermanto, serta sejumlah pengurus MPH MS GKE Wilayah Kalteng dan para pendeta.

Majelis Sinode GKE saat menterahkan bantuan ke warga di kawasan Flamboyan Bawah, Kota Palangka Raya.

Pada kesempatan itu Pdt Simpon menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan jemaat GKE yang ikut peduli membantu warga yang sedang mengalami bencana banjir.

“Kami ikut merasa prihatin dengan kondisi banjir, kiranya Tuhan menolong kita menghadapi bencana ini. Kami datang ikut merasakan kesusahan warga jemaat,” kata Simpon.

Karena itu Simpon mengajak jajaran Sinode GKE pusat maupun Sinode GKE wilayah bersama jemaat untuk bergerak dalam menghadapi bencana banjir di tengah pandemi yang juga masih berlangsung.

“Karena itu jemaat terus berjaga untuk selalu menyerahkan kehidupan kepada Tuhan dalam keadaan yang sulit ini. Tidak hanya jasmani tetapi rohani juga harus dikuatkan dengan selalu mendekatkan diri dan berserah pada Tuhan,” pesan Simpon.

Selain itu ditambahkan, kehadiran GKE memang diharapkan warga untuk hadir memberi dukungan kekuatan moril maupun materi. Diharapkan dapat meringankan beban warga yang saat ini mengalami kesulitan utamanya dalam mata pencaharian. (adn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *