PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Kerugian akibat penipuan berbasis digital atau scam di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat mencapai Rp32,27 miliar. Data tersebut dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan laporan Indonesia Anti Scam Centre (IASC) pada periode November 2024 hingga 23 Desember 2025.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan selama periode tersebut tercatat sebanyak 2.594 aduan masyarakat yang masuk melalui sistem IASC. Aduan penipuan paling banyak berasal dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Kabupaten Barito Utara.
“Jumlah pengaduan dan nilai kerugian ini menjadi perhatian serius, sehingga upaya peningkatan literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan keuangan harus terus diperkuat,” ujar Primandanu.
Meski demikian, Primandanu menegaskan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Provinsi Kalimantan Tengah tetap terjaga di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global. Menurutnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, diperlukan ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, aman, dan terpercaya.
OJK Kalteng, lanjutnya, senantiasa memperkuat sinergi dengan Lembaga Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong inklusi keuangan yang merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sehat, aman, dan terjangkau diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Penguatan sektor produktif, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi kunci agar sektor jasa keuangan dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Primandanu menambahkan, inklusi keuangan yang berkelanjutan merupakan fondasi penting dalam mendukung arah kebijakan pembangunan nasional yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
Penulis/editor: Adinata







