KUALA KURUN, inikalteng.com – Judul sebuah berita yang akan ditayangkan di media cetak, elektronik maupun online bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama untuk menarik perhatian pembaca. Melalui judul, publik pertama kali menentukan apakah akan melanjutkan membaca atau melewatkan sebuah berita.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, Ika Lelunu, saat menjadi narasumber Edukasi Jurnalistik yang digelar PWI Kabupaten Gunung Mas, beberapa waktu lalu. Selain dari PWI Kalteng, narasumber juga dari Diskominsantik Kabupaten Gumas.
“Judul berita harus singkat, jelas, lugas, dan tidak menimbulkan tafsir ganda. Pemilihan diksi yang asal-asalan justru akan menurunkan kualitas berita,” tegas Ika.
Ia juga mengingatkan wartawan agar menghindari penggunaan angka yang diselipkan di antara huruf pada judul. Menurutnya, cara tersebut dapat mengurangi ketajaman makna dan merusak kesan profesional.
“Judul adalah pintu masuk pembaca untuk memahami isi berita. Kalau pintunya saja sudah membingungkan, bagaimana pembaca mau lanjut?” ujarnya.
Imbauan ini sejalan dengan komitmen PWI Gunung Mas dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan lokal. Ika berharap, setiap produk jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya aktual dan informatif, tetapi juga memenuhi standar etika serta kaidah penulisan yang benar.
Penulis : Heriyadi
Editor : Adinata










