Hilirisasi Kunci Strategi Pembangunan Kalimantan

Ekonomi, Top News245 Dilihat

MALANG, inikalteng.com – Hilirisasi industri kini bukan sekadar narasi kampanye politik, melainkan telah ditetapkan sebagai agenda kebijakan nasional yang strategis. Tantangan besar berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan kebijakan pusat ini menjadi strategi wilayah yang konkret, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya bagi Pulau Kalimantan.

Hal itu dipaparkan Guru Besar Fakultas Teknik, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya, Prof Gunawan Prayitno, dalam Capacity Building Opini Maker Wilayah Kalimantan di Hotel Santika Malang, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).

“Transisi dari slogan ke substansi kebijakan memerlukan langkah yang terukur,” kata Prof Gunawan dalam paparannya yang bertajuk “Dari Agenda Nasional ke Strategi Wilayah”.

Diungkapkan, setidaknya ada tiga tahapan utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini, yaitu hilirisasi yang menguat dalam kampanye nasional 2024 kini mulai diintegrasikan ke dalam agenda kebijakan dan proyek prioritas nasional.

“Fokus utamanya adalah peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi secara menyeluruh,” jelasnya.

Fokus selanjutnya adalah pemerintah menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak lagi dilihat dari jargon, melainkan pada implementasi di lapangan. Hal ini mencakup pemilihan komoditas yang akan diolah, penciptaan nilai tambah di dalam negeri, keterlibatan pelaku lokal, hingga memastikan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.

Kemudian, sebagai wilayah dengan basis Sumber Daya Alam (SDA) yang kuat mulai dari pertambangan, perkebunan, kehutanan, hingga perikanan, Kalimantan memiliki posisi tawar yang tinggi.

“Namun, tantangan utamanya tetaplah bagaimana mengubah komoditas mentah tersebut menjadi produk bernilai tambah di dalam wilayah Kalimantan sendiri,” ungkapnya.

Menurut Prof Gunawan, hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), pengembangan kawasan industri, pelabuhan, serta peningkatan konektivitas regional diharapkan menjadi katalisator baru yang membuka peluang besar bagi hilirisasi di Kalimantan.

“Strategi wilayah yang nyata harus mampu memperkuat pengolahan lokal, menangkap nilai tambah ekonomi, dan membangun daya saing daerah,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, Kalimantan tidak hanya menjadi penyedia bahan mentah, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pemimpin redaksi, jurnalis, organisasi wartawan, perwakilan BI Kalteng, BI Kalsel, BI Kaltim, BI Kalbar, BI Kaltara dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan. Acara ini dipandu oleh Moderator Andromeda Mercury dari tvOne. (*)

Penulis/Editor: Zainal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *