KUALA KURUN, inikalteng.com – Hari lahir Pancasila tidak sebatas sebagai pedoman tingkah laku, namun lebih luas lagi, sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa dari segala sumber hukum Indonesia. Dalam perubahan zaman tampaknya membuat nilai-nilai Pancasila mulai terkikis.
“Kita ketahui bersama, bahwa generasi muda dari kaum milenial hampir tak mengenal lagi Pancasila. Bahkan memahami makna dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” kata Legislator Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan di Kuala Kurun, Kamis (2/6/2022).
Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Gumas, karakter Pancasila bangsa ini seolah hampir pudar, akibat semakin majunya teknologi dan mudahnya budaya asing masuk mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, bahkan berbangsa dan bernegara.
Rayaniatie menambahkan, perkembangan peradaban yang bertujuan mempermudah kehidupan justru membuat banyak orang dirundung banyak permasalahan. Seperti tak memiliki pedoman hidup, mereka malah terjerumus dalam penggunaan dan peredaran narkotika.
Untuk itu, ia mengajak para kaum milineal dan generasi penerus agar memahami makna yang terkandung dari Pancasila itu. Sebagai generasi penerus dapat berbuat untuk bangsa, khususnya di Kabupaten Gumas dengan manjauhi narkoba.
“Karenanya, di hari lahir Pancasila kemarin, menjadi momentum dalam sosialisasi peremajaan nilai filosofi yang terkandung dalam tubuh Pancasila. Apalagi rata-rata pengguna medsos dipegang generasi milenial masih butuh pendalaman dari nilai tersebut, ” ungkap Rayaniatie.
Dia juga berharap, Pancasila tidak cukup hanya diteriakkan, melainkan harus diamalkan dengan maksimal. Dalam konteks kekinian, generasi muda perlu direfresh terus-menerus agar lebih memahami isi makna dari Pancasila itu sendiri. (hy/red4)









