Eks PLG di Kalteng Perlu Diubah Jadi Sumber Berkah

PALANGKA RAYA – Eks Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), perlu mendapat perhatian dari Pemerintah untuk digunakan menjadi area produktif. Perlu diubah dari sumber bencana menjadi sumber berkah.

Hal itu dipaparkan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi dalam meeting dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPKL-KLHK) Drs MR Karliansyah MS melalui aplikasi video conference, dari ruang kerja Rektor UPR di Palangka Raya, Kamis (18/6/2020).

Menurut Rektor UPR, selama ini yang telah banyak menggunakan area eks PLG dimaksud adalah perkebunan kelapa sawit. Hal ini kurang selaras dengan tujuan awal dari proyek PLG yaitu untuk pengembangan sawah sebagai substitusi dari banyaknya area sawah di Pulau Jawa yang beralih fungsi menjadi bukan lagi sawah.

“Produksi beras harus terus ditingkatkan, mengingat perkembangan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Issue terkini, dengan warning dari FAO, Covid-19 juga akan berdampak kepada ketahanan pangan dunia dan negara-negara,” jelas Andrie Elia didampingi Wakil Rektor UPR Bidang Akademik Prof Dr Ir Salampak S Dohong MS.

Penyebabnya, lanjut Rektor UPR, di samping karena ancaman perubahan iklim, juga akibat adanya larangan ekspor negara-negara pengekspor pangan terutama beras untuk Indonesia yang selalu mengimpor beras. Karena itu, harus ada upaya terobosan untuk ketahanan pangan nasional, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, menuju kepada kedaulatan pangan nasional.

“Eks PLG adalah sebuah pilihan tepat, karena masih banyaknya area yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan produksi pangan, terutama adalah berupa padi (beras),” jelas Andrie Elia.

Penggunaan area eks PLG untuk pangan, memang cukup menjanjikan. Namun dalam pengembangannya, perlu kehati-hatian karena akan mempunyai dampak lingkungan, baik secara biofisik terutama air dan tanah, dan juga aspek sosial humaniora.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *