oleh

DPRD Kotim Dukung Larangan Kendaraan Besar Masuk Kota

SAMPIT, inikalteng.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur mengapresiasi dan mendukung kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat yang mengeluarkan larangan melintasi jalan di dalam Kota Sampit kepada kendaraan besar milik perusahaan. Dia juga mengapresiasi para pengusaha yang sudah bersedia kendaraannya dialihkan melalui jalur Lingkar Selatan.

“Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan dan ke depannya kalau bisa truk-truk yang bertonase besar ini jangan lagi masuk dalam kota,” ujar Rudianuar di Sampit, Senin (19/4/2021).

Terkait adanya pelayanan angkutan logistik yang berhenti sementara karena larangan ini, menurut Rudianur, regulasinya itu berada pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, yang sudah membuatkan parkir khusus untuk truk kontainer.

Baca Juga :  Kecamatan Kapuas Timur Buka Layanan Pengaduan

“Jadi itu sudah diatur sebetulnya, tinggal para pengusaha saja yang harus menyadari betapa pentingnya jalan dalam kota agar tidak cepat hancur dan bisa menambah panjang umur jalan di dalam kota,” jelasnya.

Untuk harga kebutuhan pokok, lanjutnya, mungkin memang akan berpengaruh. Namun ketika menertibkan hal ini, yang diinginkan adalah memperpanjang umur jalan dalam kota, seperti Jalan HM Arsyad dari Bundaran KB sampai dengan dalam kota.

“Kalau angkutan saya rasa sejak dulu sudah ditertibkan, karena terminal kontainer sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. Tinggal mereka estafet menggunakan mobil kecil atau pick up. Itu sebenarnya sudah dari dulu dan tidak ada keluhan,” bebernya.

Baca Juga :  Berstatus Zona Merah, Warga Diingatkan Taati Imbauan Pemerintah

Kalaupun ada keluhan pada saat ini, kata Rudianur, itu hanya hal biasa. Karena mereka ingin kontainer dipermudah dan diberikan kesempatan lagi untuk masuk ke dalam kota.

“Tapi harapan kami, mari sama-sama masyarakat dan pengusaha menyadari ini demi kepentingan tertibnya lalu lintas di Kotim, agar angka-angka kecelakaan berkurang,” ujarnya.

Dia juga mengatakan untuk logistik atau kebutuhan sayur-sayuran yang didatangkan dari luar daerah, itu aman-aman saja. Karena mobil pick up bisa langsung mendatangi ke pelabuhan. Jikapun PT Dharma Lautan Utama (DLU) menutup pelayanan angkutan logistik karena hal ini, itu karena mereka hanya mengangkut dari pelabuhan ke pelabuhan dan estafetnya di pasar-pasar. Tidak ada lagi angkutannya yang menyurusi jalan dalam Kota Sampit hingga ke Samuda.

Baca Juga :  Jelang PSBB, LSR-LPMT Kalteng Bagikan Masker kepada Warga Pasar

“Kalau angkutan masuk dan keluarnya dari mana, itu tidak ada alasan, PT DLU itu hanya mengangkut lintas pulau saja. Jadi truknya masuk hanya berhenti di pelabuhan,” jelas Rudianur. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA