OJK Lepas Ekspor Produk Kelapa, Perkuat Ekonomi Daerah Sumsel

Ekonomi298 Dilihat

PALEMBANG, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan melalui pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas lainnya di Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Sultan Muda XporA 2026.

Pelepasan ekspor dilakukan Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas di Kantor OJK Sumsel, Selasa (21/4/2026). Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret memperluas akses pasar global bagi pelaku usaha, khususnya pengusaha muda.

Hernawan menyampaikan, program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) tidak hanya fokus pada ekspor dan UMKM, tetapi juga memperkuat peran daerah sebagai motor pertumbuhan nasional. Program ini selaras dengan prioritas pemerintah, termasuk penguatan kedaulatan pangan, serta akan terus diperluas sesuai potensi wilayah.

Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto mengungkapkan, tahap awal ekspor mencakup coconut shell charcoal 46 ton dan coconut chips 25 ton ke Cina, Taiwan, dan Perancis. Selain itu, diekspor pula lada hitam 500 kilogram dan kerupuk olahan 21 ton dengan total nilai sekitar Rp1,6 miliar.

Menurutnya, capaian ini mencerminkan peningkatan daya saing daerah melalui pembinaan berkelanjutan, hilirisasi, serta dukungan sektor jasa keuangan, mulai dari pembiayaan hingga perlindungan risiko usaha.

Gubernur Herman Deru mengapresiasi sinergi OJK, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang kompetitif. Sementara itu, Bertu Merlas menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang terintegrasi agar pengembangan ekonomi daerah berjalan optimal.

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari kalangan pengusaha muda, pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat. Program Sultan Muda XporA merupakan bagian dari inisiatif 100.000 Sultan Muda Sumsel untuk memperluas lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan.

Sebagai penguatan, OJK juga menghadirkan Sultan Muda Sumsel Center sebagai pusat pelatihan dan inkubasi bisnis, serta mendorong akses pembiayaan, termasuk penyaluran dana Rp869,29 miliar dan fasilitas letter of credit ekspor senilai 209.723 dolar AS.

Penulis/editor: Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *