SAMPIT, inikalteng.com – Desa-desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang belum dialiri listrik, sangat sulit untuk berkembang menjadi desa maju, baik dari sisi pembangunan maupun ekonomi masyarakat.
Karena itu, Wakil Ketua DPRD Kotim, H Hairis Salamad meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kotim itu untuk lebih memperhatikan desa-desa di Kotim yang belum mendapatkan penerangan listrik.
“Di Kotawaringin Timur masih ada beberapa desa yang belum dialiri listrik. Kondisi itu membuat desa-desa tersebut tertinggal dibandingkan desa yang telah mendapatkan penerangan listrik,” kata Hairis di Sampit, Jumat (9/4/2021).
Pemenuhan kebutuhan energi listrik masyarakat, menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah. Desa yang belum mendapatkan penerangan listrik dari pemerintah, selama ini berupaya secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Bagi masyarakat desa yang mampu, mereka membeli listrik tenaga surya (PLTS) dan ada juga yang menggunakan generator set (genset). Namun bagi yang tidak mampu, tentu menggunakan penerangan seadanya.
“Hingga kini masih ada desa di Kotim yang belum mendapatkan penerangan listrik. Ini bukti belum meratanya pembangunan di daerah ini. Saya harap permasalahan ini bisa dengan segera diatasi oleh pemerintah,” katanya.
Hairis menegaskan, Kepala Desa sebagai kepanjangan tangan kepala daerah, harus proaktif mengajukan usulan ke tingkat kabupaten, supaya bisa bersama-sama mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) supaya mau memasang jaringan hingga ke desa-desa yang belum dialiri listrik. “Jika ada kendala yang dihadapi Kepala Desa, diharapkan Pemkab Kotim dapat menyelesaikan,” tuturnya. (ya/red)










