Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.028 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekonomi, Nasional356 Dilihat

JAKARTA, inikalteng.com — Industri perbankan syariah Indonesia kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa total aset perbankan syariah berhasil menembus Rp1.028,18 triliun pada Oktober 2025. Angka tersebut tumbuh 11,34 persen secara tahunan (yoy) dan menjadi capaian tertinggi sejak industri ini berdiri di Tanah Air.

Dian menegaskan bahwa OJK secara konsisten mendukung pengembangan perbankan syariah yang semakin kompetitif, berdaya tahan, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. “Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan arah kebijakan pengembangan perbankan syariah berada di jalur yang tepat,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Selain aset, kinerja perbankan syariah juga menunjukkan tren positif dari sisi penyaluran pembiayaan dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).

  • Pembiayaan mencapai Rp685,55 triliun, tumbuh 7,78 persen yoy.

  • DPK yang dihimpun mencapai Rp820,79 triliun, meningkat 14,26 persen yoy.

Kedua indikator tersebut juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah operasi perbankan syariah di Indonesia. Dian optimistis, dengan proyeksi membaiknya kondisi ekonomi nasional pada akhir 2025, kinerja perbankan syariah akan semakin kuat hingga penutupan tahun.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027. Peta jalan tersebut dirancang untuk mempercepat transformasi industri agar tumbuh lebih berkelanjutan, adaptif, dan inovatif.

Salah satu fokus penting adalah kebijakan spin-off dan konsolidasi untuk memperkuat struktur industri. Dian menilai, mayoritas bank umum syariah yang masih berada di kelompok KBMI 1 membutuhkan skala usaha yang lebih besar agar mampu bersaing.

“Dengan economic of scale yang lebih memadai, bank syariah dapat memperluas pembiayaan, mengembangkan model bisnis yang lebih inovatif, meningkatkan efisiensi biaya, memperkuat infrastruktur TI, serta meningkatkan kualitas SDM,” jelasnya. Langkah tersebut diyakini akan membuat perbankan syariah semakin berkontribusi bagi perekonomian nasional.

OJK juga mendorong bank syariah untuk lebih lincah menghadapi persaingan industri melalui berbagai strategi, seperti:

  • pemanfaatan uniqueness product syariah,

  • sinergi dengan bank induk,

  • optimalisasi instrumen keuangan sosial syariah, termasuk zakat, infak, dan wakaf.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter perbankan syariah yang berorientasi pada pembangunan sosial-ekonomi serta menjadikan layanan syariah semakin inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, industri perbankan syariah semakin menunjukkan perannya sebagai pilar penting dalam sistem keuangan nasional, sekaligus motor pendukung pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah.

Penulis/editor : Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *