PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dibawah kepemimpinan H Sugianto Sabran sebagai Gubernur dan H Edy Pratowo sebagai Wakil Gubernur (Wagub), menjadi provinsi pertama di Indonesia yang meluncurkan Core Value (Nilai Inti) ASN BerAkhlak dengan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa”, pasca secara resmi diluncurkan Presiden RI Joko Widodo pada 2021 lalu.
Kegiatan yang dirangkai dengan Pembukaan Workshop Kepemimpinan Bagi Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah 2022, Core Value ASN BerAkhlak dengan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa” di Kalteng, resmi diluncurkan Wagub Kalteng H Edy Pratowo, terpusat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (31/3/2022).
Bahkan kegiatan peluncuran tersebut, dikuti seluruh pejabat JPT Pratama dan sekitar 25 ribu ASN Pemprov, Pemerintah Kabupaten, dan Kota se-Kalteng secara hybrid melalui virtual, kanal Youtube, dan Facebook.
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang hadir langsung beberapa saat setelah peluncuran, menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh kegiatan itu, sebagai langkah tindak lanjut Pemprov Kalteng terhadap arahan Presiden RI Joko Widodo, terkait Core Value ASN yang baru, yaitu BerAkhlak.
“Secara terminologi, Akhlak merupakan tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Sehingga akhlak yang baik, tercermin pada perangai, tingkah laku, atau tabiat yang baik pula,” ucapnya.
Lebih lanjut Gubernur Kalteng menyebutkan, ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat di era saat ini, di mana kemajuan teknologi dan perdaban yang tidak bisa dibendung, jangan sampai membuat identitas dan jati diri tercabut dari akarnya, serta yang paling utama adalah landasan akhlak yang membumi.
“Sebagai ASN di sektor apapun dia bekerja, landasan akhlak hendaknya menjadi penuntun utama dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan landasan akhlak yang kokoh, niscaya ASN akan terhindar dari perbuatan tercela,” tegasnya.
H Sugianto Sabran, menambahkan, dalam era Reformasi Birokrasi, perubahan harus dilakukan secara masif, konsekuen, dan konsisten, guna tercapainya perbaikan dalam segala bidang, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Reformasi Birokrasi merupakan perubahan pola pikir dan budaya kerja dari aparatur negara, yang merupakan upaya pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Perubahan menuju birokrasi dinamis, tentu tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. Karenanya diperlukan perubahan fundamental pada pola pikir dan sikap mental ASN yang tadinya hirarkis, menjadi lebih lincah dan inovatif.
“Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa setiap ASN di manapun bertugas, sudah seharusnya memegang teguh nilai-nilai dasar serta semboyan yang sama, sehingga dapat menjadi pondasi budaya kerja ASN yang profesional,” imbuhnya.
Sebagai pengejawantahan nilai ASN yang BerAkhlak, H Sugianto Sabran mengajak seluruh ASN di Kalteng, agar memiliki orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan, terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, saling peduli dan menghargai perbedaan yang ada, berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, terus berinovasi, serta membangun kerja sama yang sinergis.
“Seorang ASN BerAKHLAK tentu akan menghindari segala bentuk perilaku menyimpang, terlebih praktik-praktik korupsi yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Percuma memiliki kecerdasan dan kemampuan yang mumpuni, tetapi tidak memiliki akhlak yang baik. Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Tengah, bersama-sama kita wujudkan Kalteng BerAkhlak penuh dengan keBERKAHan,” pungkas H Sugianto Sabran.
Di tempat yang sama, Pj Sekda Klateng H Nuryakin dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan peluncuran itu menjadi kesempatan bersama untuk bekerja secara profesional dan substantif. Dengan tantangan serba kekinian, yang diwujudkan pada beragam perubahan besar semua lini sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, pilihan tegasnya hanyalah terletak pada upaya untuk mewujudkan profesionalisme dengan optimal. Profesionalisme, niscaya sebuah level yang dapat dituju hanya dengan mendapatkan kesempatan berharga, dalam upaya peningkatan kapasitas secara terstruktur dan terukur.
Sementara itu, Pakar Pembangunan Karakter sekaligus Founder ESQ Leader Center Ary Ginanjar Agustian, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov Kalteng yang menyelenggarakan acara Core Value ASN BerAkhlak. Apalagi kegiatan itu merupakan peluncuran perdana di tingkat provinsi, setelah diluncurkan Presiden Joko Widodo 2021 lalu.
Dalam papaparnnya, Ary Ginanjar, mengatakan, tantangan ASN saat ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mampu bertahan dalam kondisi apappun, mampu bekerjasama dengan siapapun, mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun.
Sedangkan dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur, banyak tokoh daerah yang merupakan kearifan lokal dijadikan isnpirasi, seperti halnya di Kalteng yang dikenal dengan julukan Bumi Tambun Bungai. Tambun dan Bungai sendiri bila dilihat dari berbagai literatur, merupakan Tokoh Dayak yang memiliki sifat komprehensip.
“Tambun dan Bungai bila kita membaca dari berbagai literatur adalah Tokoh Dayak yang cerdas, cepat kaki, ringan tangan, pantang menyerah dalam membela kebenaran, dan juga memiliki sikap yang lembut, ramah, suka menolong sesama, bijaksana, dan jujur,” bebernya.
Menurut Ary, nilai-nilai filosofi yang dimiliki Tambun dan Bungai cukup lengkap mencerminkan akhlak, kecerdasan, dan kepekaan sosial yang tinggi, yang bisa menjadi pondasi kuat bagi seorang ASN dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro, yang hadir secara virtual sebagai narasumber, memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang telah menginisiasi Peluncuran Core Value ASN BerAkhlak dengan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa”, dan teristimewa karena merupakan provinsi yang pertama kali melaksanakan, setelah pencanangan secara nasional pada 2021 lalu.
“Apresiasi saya kepada Gubernur Kalimantan Tengah yang telah melaksanakan kegiatan ini, dan merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan. Hal ini tentu menunjukkan komitmen yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menciptakan budaya kerja BerAkhlak, khususnya bagi seluruh ASN Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Suhajar berharap, kegiatan tersebut jangan dimaknai sebagai serimonial belaka. Namun yang terpenting adalah menciptakan budaya kerja baru, yakni ASN sebagai ASN yang berAkhlak.
“Budaya kerja terus kita dorong, jangan pernah berhenti untuk melakukan transformasi menuju kepada hal yang lebih baik,” tutup Suhajar.
Sebagaimana diketahui, agar implementasi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah terkait Manajemen Pegawai Negeri Sipil dapat berjalan maksimal, maka pada 27 Juli 2021 lalu Presiden RI Joko Widodo meluncurkan Core Value dan Employer Branding ASN BerAkhlak, yang berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. (ka/red2)










