Waspadai Potensi Bencana di Balik Tingginya Curah Hujan

SAMPIT, inikalteng.com – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kotim, Nadie, mengingatkan adanya potensi bencana di balik curah hujan yang terus meninggi hingga saat ini. Karena itu, dia menekankan pentingnya kewaspadaan untuk mencegah dan menanggulangi bencana teesebut.

“Sebagaimana yang sering kami sampaikan bahwa dampak dari curah hujan yang tinggi adalah banjir. Terlebih lagi akhir tahun ini hingga awal 2022, BMKG telah memberikan informasi tentang cuaca ekstrem di beberapa daerah di Indonesia tidak terkecuali Kalimantan, bahwa curah hujan sangat tinggi hingga berpotensi terjadinya banjir. Ini perlu kewaspadaan kita bersama,” kata Nadie di Sampit, Selasa (16/11/2021).

Sementara itu, intensitas hujan yang meningkat membuat banjir terus meluas. Hingga kini banjir sudah tersebar di delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Kotim. Sebagaimana laporan yang dihimpun BPBD Kotim menyebutkan, hingga pukul 18.00 WIB, Senin (15/11/2021), banjir meluas menjadi delapan kecamatan yaitu Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Cempaga Hulu, Kota Besi, Parenggean, Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Cempaga.

Kondisi ketinggian genangan air yang merendam puluhan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotim yang terjadi sejak Selasa (9/11/2021) lalu.

Laporan terbaru datang dari Kecamatan Mentaya Hulu dan Kota Besi, banjir telah merendam 22 desa dan menyebabkan 576 kepala keluarga (KK) terdampak. Banjir yang terjadi sejak Selasa (9/11/2021) lalu ini, sudah merendam puluhan rumah, serta dua bangunan sekolah.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Cempaga Hulu yang melanda sembilan desa dengan 277 KK terdampak. Sedangkan di Kecamatan Cempaga Hulu, dua desa paling parah dilanda banjir yaitu Tumbang Koling dan Sudan.

Khusus dalam Kota Sampit, menurut Nadie, perlu diprioritaskan anggaran normalisasi anak sungai yang ada, dan saluran air di jalan utama serta gang-gang di perumahan warga yang padat.

“Salah satu yang mungkin dapat dilakukan dalam jangka pendek, adalah bagaimana pemerintah daerah membangun gerakan lingkungan sehat dan bebas banjir dengan melibatkan peran dan partisipasi warga melalui RT/RW. Sembari program pengaspalan dan semenisasi daerah perkotaan berjalan,” kata Nadie.(ya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *