UPR Berupaya Tetap Penuhi Hak Mahasiswa

PALANGKA RAYA – Di tengah Pandemi Covid-19, Universitas Palangka Raya (UPR) terus berupaya untuk tetap memenuhi hak mahasiswa. Salah satunya, hak mahasiswa untuk mendapatkan surat keterangan ijazah maupun ijazah walaupun tidak melalui proses wisuda.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran pimpinan UPR memohon maaf kepada segenap mahasiswa, karena jadwal wisuda sampai sekarang belum bisa ditetapkan. Harap dimaklumi. Ini semua di luar dugaan dan kuasa kita, karena adanya pandemi Covid-19,” tandas Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi kepada inikalteng.com, Jumat (8/5/2020).

Akan tetapi untuk tetap membuat bangga mahasiswa, walaupun tanpa melalui proses wisuda, Toga tetap dibagikan. Sehingga mahasiswa tetap dapat menjalani sesi foto mengenakan Toga, yang menjadi kebanggaan setiap orang pasca menjalani semua proses perkuliahan di semua universitas.

Sedangkan supaya mahasiswa bisa mencari pekerjaan pasca menyelesaikan kuliahnya, Rektorat UPR tetap menyerahkan Surat Keterangan pendamping ijazah.

“Untuk ijazah, saat ini masih dalam proses pencetakan di Perum Peruri. Awalnya, ijazah ini akan selesai April 2020 ini, tapi terlambat karena terhalang pandemi Covid-19. Selain itu juga terdapat perubahan logo hologram, yang awalnya menggunakan logo Kemenristek Dikti, diubah ke logo Kemendikbud,” terangnya.

Tidak sampai di situ, lanjut Andrie Elia, bagi mahasiswa kurang mampu yang masih aktif berkuliah serta mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung karena musibah Covid-19, pihaknya melalui anggaran yang ada dan swadaya para dosen maupun pimpinan di UPR, memberikan bantuan paket sembako.

“Paket ini memang jumlahnya terbatas. Tapi kita bersyukur ada tambahan bantuan paket sembako untuk mahasiswa dari Gubernur Sugianto  Sabran dan Anggota Komisi III DPR RI Agustiar Sabran sebagai Dewan Penyantun UPR,” imbuhnya.

Di sisi lain untuk menunjang proses pembelajaran daring (dalam jaringan), pihaknya juga memberikan bantuan paket internet bagi mahasiswa dan dosen. Selain itu, UPR juga menjalin kerja sama dengan beberapa provider jaringan telekomunikasi untuk membatu pembelajaran daring tersebut.

“Mari kita bersama berdoa, supaya negeri kita tercinta ini segera terbebas dari musibah Covid-19. Akibat musibah ini, semua sektor kehidupan menjadi terdampak, dan semua aktivitas kita menjadi terhambat,” tutup Dr Andrie Elia SE MSi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *