PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Dunia perguruan tinggi di Indonesia saat ini berhadapan dengan tiga disrupsi besar, yaitu Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Pandemi Global Covid-19, dan Revolusi Industri 4.0. Ketiga disrupsi tersebut telah memaksa perguruan tinggi sebagai organisasi untuk secara cepat belajar beradaptasi, menggeser paradigma (shift paradigm), perubahan budaya belajar dan kerja (cultural change) untuk bergerak maju dengan menciptakan berbagai inovasi pembelajaran dan penelitian. Sehingga berdaya tahan (survival), berdaya cipta (value added cration) dan berdaya saing (competitiveness).
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi mengatakan, untuk merespon disrupsi tersebut pimpinan dan segenap Civitas Akademika UPR harus membangun dirinya dengan paradigma ekosistem pembelajaran.
“Paradigma dimaksud, berarti UPR tidak dapat hidup dan menghidupkan dirinya sendiri tanpa kerja sama eksternal dan internal,” ungkap Andrie Elia dalam arahannya ketika membuka Pembekalan dan Pelepasan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri UPR Periode I Tahun 2021, secara virtual dari ruang kerjanya, Selasa (9/3/2021).
Dijelaskan, secara eksternal UPR merupakan suatu sistem dari suatu ekosistem yang besar, yaitu dunia global. Oleh sebab itu, UPR harus mampu bekerja sama dengan semua stakeholder atau pemangku kepentingan. Sedangkan secara internal, kerja sama antara sub sistem dan setiap individu hendaknya dikerjakan secara ikhlas dan cerdas untuk kemajuan bersama.
Di sisi lain diungkapkan Rektor, upaya Pemerintah Kabupaten di Kalteng dalam bidang pendidikan dianggap cocok dengan berbagai upaya yang tengah dirintis oleh UPR. Salah satu misi yang telah digagas dan tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten seperti menumbuhkan kualitas dan daya saing menuju sumber daya manusia (SDM) yang unggul, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, patut didukung oleh semua komponen yang berkompeten di bidang pendidikan, terlebih praktisi dunia pendidikan tinggi.
Karena melalui keterlibatan aktif semua pihak di dalam mengawal dan menjalankan grand strategy ini, dapat menjadi parameter bagi pengembangan daerah kita. Sehingga SDM-nya menjadi lebih baik, lebih kompetitif dan lebih mumpuni di dalam menata perkembangan pembangunan di kabupaten. Namun demikian, ada satu hal yang perlu diajukan di sini, yaitu perlu adanya kesepahaman dan komitmen bersama untuk mewujudkan semua itu demi kemaslahatan masa depan daerah kita.
“Oleh karena itu, saya mengajak semua Bupati, mari kita bersama-sama, antara pihak pemerintah dan pihak masyarakat perguruan tinggi, mewujudkan perbaikan kualitas dan mutu SDM di daerah ini,” harap Andrie Elia, yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng.
Atas nama seluruh komponen Civitas Akademika UPR, Andrie Elia juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua Bupati di Kalteng yang memperkenankan wilayahnya menjadi tempat pelaksanaan KKN Tematik Mahasiswa UPR periode I Tahun 2021. Termasuk para pimpinan SKPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa yang telah membantu proses pelaksanaan KKN mahasiswa UPR ini.
“Kami dari pihak kampus sangat menghargai seluruh usaha yang diberikan guna kesuksesan proses pembelajaran kepada para mahasiswa kami. Semoga bantuan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian, mendapat ganjaran yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucap Rektor UPR. (n/red)










