BARABAI, HST – Pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), beberapa waktu lalu, Pramuka Peduli Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Tengah (Kalteng), menyerahkan paket bantuan kepada sebagian korban, khususnya di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang terdampak paling parah.
Rombongan Tim Satgas Pramuka Peduli Kwarda Kalteng dipimpin H Istani P Yunus, menggunakan enam armada darat (mobil) bertolak langsung ke Kabupaten HST untuk menyerahkan bantuan sembako, peralatan dapur, perangkat mandi dan cuci, serta pakaian bayi dan keperluan perempuan.
Tim Satgas Pramuka Peduli yang berangkat dari Kota Palangka Raya, Sabtu (30/1/2021) pagi, melalui wilayah Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur, Kalteng tiba di Barabai Ibu Kota Kabupaten HST pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB. Tim disambut Wakil Bupati HST Berry Nahdian Forqan dan jajarannya, serta perwakilan Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Kwarcab HST dan Camat Batu Benawa H Jamhari, bertempat di halaman Stadion Olahraga Murakata Barabai.
Dalam pertemuan singkat di depan tenda Posko Relawan setempat, Ketua Tim Satgas Pramuka Peduli H Istani P Yunus secara simbolis menyerahkan paket bantuan dari Kwarda Kalteng kepada Wakil Bupati HST Berry Nahdian Forqan.

“Bantuan dari Kwarda Kalteng berjumlah sekitar 355 paket. Isi paketnya berupa beras, ikan kering, minyak goreng, gula, teh kopi, sabun mandi dan sabun cuci, odol dan sikat gigi, mie, dan sarden. Selain itu, ada pula bantuan perlengkapan dapur, perlengkapan pakaian bayi, dan jilbab. Sumber bantuan itu berasal dari Anggota Mabida serta pengurus Kwarda Kalteng, Kwarcab dan simpatisan Pramuka,” papar Istani.
Dia berharap, bantuan yang diberikan secara ikhlas ini dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir khususnya di wilayah Kabupaten HST.
Sementara itu, Wakil Bupati HST Berry Nahdian Forqan mengaku terharu dan sangat berterima kasih atas perhatian warga Kalteng kepada warga Kalsel khususnya Kabupaten HST, yang sedang dilanda bencana banjir.
“Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalsel, adalah yang terparah. Pada tanggal 14 Januari, mulai terdampak. Ada tiga orang warga yang sampai sekarang belum ditemukan, dan tujuh orang meninggal dunia,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Wakil Bupati HST, ada 184 rumah yang runtuh dan hanyut, serta ribuan rumah yang rusak parah akibat diterjang banjir. Sehingga Pemkab HST menerapkan Status Tanggap Darurat Bencana (TDB) selama 14 hari yang berakhir pada tanggal 28 Januari 2021 lalu. Setelah melihat situasi yang berkembang, di mana masih banyak rumah warga yang terendam air dan setiap hari kondisinya masih mengkhawatirkan, maka status TDB ini diperpanjang hingga tangga 3 Februari 2021.
“Banyaknya bantuan dan dukungan datang dari berbagai pihak di Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk dari Gerakan Pramuka dan ormas di Kalteng, sangat membantu meringankan beban kami dan masyarakat yang terdampak banjir. Untuk itu, kami atas nama masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan semuanya menjadi berkah bagi pian sabarataan,” ucap Wakil Bupati HST.
Semua bantuan dan perhatian itu, menurut Berry Nahdian, diharapkan menjadi spirit dan semangat bagi pihaknya untuk bisa cepat bangkit guna memulihkan situasi dan kondisi pasca bencana banjir ini.
Sesuai rencana, penyaluran bantuan dari Kwarda Kalteng kepada warga terdampak banjir di Kabupaten HST, akan diserahkan secara langsung mulai besok pagi, Minggu (31/1/2021). Lokasi sasaran bantuan adalah warga terdampak banjir di Desa Alat Kecamatan Hantakan Arangi, serta Desa Baru Waki, Desa Haliau Pagat dan Desa Murung A di Kecamatan Batu Benawa. (red)










