PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah, Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, menggelar acara pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non PNS se Kalteng di Aula Hotel Hawai, Jalan Bubut, Palangka Raya, pada tanggal 27 – 29 Mei 2021 lalu.
Pada kegiatan ini tidak hanya memberikan pengarahan terkait hal-hal mengenai juknis dan juklak penyuluh agama, tetapi keterampilan mengolah tanaman herbal. Bagaimana tanaman ini dapat digunakan sebagai minuman yang menyehatkan. Terutama sebuah peluang membuka UMKM bagi pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya warga gereja.
Pemateri sekaligus Ketua PPMT Mintin, Pdt Wayan menjelaskan, dalam mendukung program pemerintah di bidang pemulihan ekonomi, penyuluh, selain membina dalam kerohanian dapat memberdayakan binaannya untuk memulai usaha. Nantinya berguna dan berpeluang meningkatkan taraf hidup dan ekonomi warga.
“Saya memberi pelatihan untuk membuat jamu atau minuman herbal. Kalau yang lalu kan juga ada pembuatan tahu. Tapi melihat situasi saat ini, ini dulu yang diajarkan,” bebernya.
Di tempat yang sama, Kabid Bimas Kristen, Kardinel menyampaikan hal senada, bahwa penyuluh juga harus aktif dalam mengisi program dan pemberdayaan masyarakat, khususnya pada masa pandemi ini.
Menurut Kardinel, penyuluh diharapkan berjejaring dengan instansi-intansi yang ada untuk memberdayakan masyarakat binaannya, dalam hal pemulihan ekonomi melalui UMKM. Pelatihan sangat dibutuhkan, sehingga pelayanan penyuluh menjadi holistik. (red)










