KUALA KURUN, inikalteng.com – Legislator Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Riantoe meminta tenaga pengajar lebih kreatif untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran. Dengan berlakunya pembelajaran tatap muka, peserta didik diharapkan tidak mengalami kejenuhan di saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru yang ditetapkan 21 Desember 2021 lalu, saya ingin tenaga pengajar di Gumas dalam pembelajaran tatap muka agar lebih kreatif lagi,” tambah Riantoe saat di konfirmasi, kemarin.
Dijelaskan dia, peraturan pembelajaran pada masa pandemi telah disesuaikan beberapa kali dengan pertimbangan keselamatan, kesehatan, dan evaluasi capaian belajar. Atas perubahan sesuai dengan kondisi terkini, maka semua tenaga pengajar lebih awas lagi, baik dari sisi pedagogik atau teknologi yang digunakan.
Anggota Fraksi Partai Nadem-Hanura DPRD Gumas ini menyebutkan, dengan berlakunya kegiatan KBM maka para guru tidak lagi menggunakan platform Whatsapp. Karena platform ini tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai sarana interaksi dan kolaborasi dengan semua siswa yang tidak efektif.
Selain itu disebut Riantoe, guru disarankan menerapkan pembelajaran serius dalam mengejar ketinggalan pembelajaran. Pada pembelajaran tersebut setiap penjelasan harus dikatakan secara jelas. Dan Guru juga harus menunjukkan gairah mengajar selama berinteraksi dengan siswa.
“Kalau saya lihat, saat ini pelaksanaan protokol kesehatan sudah bagus. Itu terlihat dari 5M sudah dilaksanakan di sekolah yang menyelenggarakan belajar tatap muka di sekolah,” ujarnya.
Riantoe berharap, semua pihak mampu menjaga konsistensi dalam hal pelaksanaan prokes covid-19, sehingga proses belajar mengajar tatap muka yang sempat berhenti dapat terus dilaksanakan. (hy/red4)









