PALANGKA RAYA – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalteng Ny Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran beserta jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kalteng mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-59 Tahun 2020 secara daring melalui video conference di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Rabu (12/8/2020).

Peringatan Hari Pramuka Ke-59 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus, kali ini digelar tanggal 12 Agustus 2020.
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Komjen Pol (Purn) Budi Waseso mengatakan, alasan Peringatan Hari Pramuka dipercepat ini, karena menyesuaikan agenda Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya pada tanggal 14 Agustus mendatang Presiden harus menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR.

“Dan kami mengusulkan acara Hari Pramuka pada tanggal 12 Agustus 2020. Sehingga Bapak Presiden dapat hadir dan memberikan pengarahan dengan tidak mengurangi makna Hari Pramuka,” sebut Ketua Kwarnas.
Upacara Peringatan Hari Pramuka tahun ini diselenggarakan secara virtual. Presiden RI Jokowi selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka berada di Istana Negara. Sementara Ketua Kwarnas Budi Waseso dan jajarannya ada di Gedung Pandan Sari Taman Rekreasi Wiladatika, Jakarta.
Selain jajaran Kwarnas, upacara virtual itu juga diikuti 34 Kelompok Peserta Kwarda, 11 Kelompok Pimpinan Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional, 3 Kelompok Satuan Komunitas Pramuka di tingkat nasional, 66 Kelompok Mitra Kwarns, 200 Kelompok Peserta Kwarcab, 11 Gudep Luar Negeri.

Presiden RI Jokowi dalam arahannya mengatakan, dari sejak dulu, Pramuka Indonesia selalu mencetak generasi yang tangguh menghadapi setiap tantangan, disiplin dalam bertindak, tidak gentar menghadapi setiap rintangan, selalu peduli serta siap berkorban untuk sesama.
“Jiwa dan karakter tangguh dan disiplin itu yang dibutuhkan di era pandemi. Kita disiplin mengikuti protokol kesehatan, disiplin memakai masker, disiplin menjaga jarak dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakannya,” kata Presiden.
Ditegaskan, jika gerakan kedisiplinan dan kepedulian ini terus dijalankan, maka dapat menghambat penyebaran Covid-19 dan mengurangi risiko-risiko penyertanya.
Karena itu, Presiden meminta agar membuat dua gerakan nasional yaitu Gerakan Kedisiplinan Nasional yang mengajak semua anggota masyarakat untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan dan Gerakan Kepedulian Nasional yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, saling peduli, dan saling berbagi.
Dua gerakan ini, terang Presiden, bukan hanya untuk membantu penanganan masalah nasional akibat pandemi, tetapi juga akan mengasah jiwa dan karakter Pramuka sejati seperti yang tertuang dalam Dwi Darma, Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Kedisiplinan dan kepedulian, ingat Jokowi, juga meningkatkan kepentingan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyelesaian masalah kesehatan membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Karakter disiplin dan peduli yang dimiliki akan semakin bermakna jika didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, giatlah belajar, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya. Jadilah SDM (sumber daya manusia) Indonesia yang hebat, yang cepat tanggap, dan cerdas. Rawatlah kebinekaan, pertahankan NKRI, dan jadilah penjaga Pancasila yang sejati,” harap Presiden.(red)










