oleh

Konsultasi Publik Tahap II Grand Design Kalteng 2045 Resmi Dibuka

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Herson B Aden, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka Konsultasi Publik Tahap II Penyusunan Grand Design Kalteng 2045 secara daring dan luring.

Bertempat di Aula Serba Guna Bappedalitbang Kalteng, Rabu (20/4/2022), Herson B Aden saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, mengatakan, Kalteng dengan luas 1,5 kali Pulau Jawa merupakan provinsi terbesar kedua setelah Papua, memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah, baik SDA non hayati, serta memiliki 11 sungai-sungai besar yang mengalir dari Pegunungan Swachner-Muller ke selatan menuju ke Laut Jawa.

Menurutnya, potensi SDA yang sedemikian besar tentunya memerlukan pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan, agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalteng dan Indonesia pada umumnya. Dalam beberapa waktu yang lalu, pengelolaan SDA di Kalteng lebih bersifat ekstraktif dan dibawa ke luar melalui pelabuhan di luar Kalteng, sehingga daerah lain yang lebih merasakan manfaatnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Kapuas Apresiasi Aksi Bersih-bersih Pasar

“Bertolak dari pengalaman tersebut, maka ke depan kita harus lebih menekankan pada proses hilirisasi produk-produk SDA, dan membangun kawasan-kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut. Dengan begitu lebih memberikan efek ganda (multiplier effects) bagi perekonomian Kalteng,” tuturnya.

Herson menjelaskan, dinamika kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang dinamis dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, tentu saja menjadi tantangan bagi semua, agar dapat dijadikan sebagai dorongan untuk melakukan percepatan pembangunan di berbagai aspek kehidupan.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kita dituntut mampu meningkatkan pengelolaan SDA secara efisien, efektif, dan berkelanjutan, serta meningkatkan akumulasi modal SDM, pengetahuan, sosial, SDA dan lingkungan, keuangan, dan infrastruktur untuk mewujudkan Kalteng Makin Berkah,” imbuhnya.

Selanjutnya, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, diharapkan akan menjadi momentum bagi Kalteng dalam meningkatkan standar pelayanan publik, memacu kegiatan produksi dan pengolahan, pengembangan infrastruktur yang maju dan efisien, pengelolaan SDA dan lingkungan secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kerjasama investasi, serta memperluas kemitraan perdagangan antar daerah.

Baca Juga :  Genjot Proyek Gorong-gorong di Petak Bahandang

Sejalan dengan peluncuran Visi Indonesia 2045 dan pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Pemprov Kalteng menyusun Grand Design Kalteng untuk dijadikan panduan pembangunan jangka panjang, dalam menjawab berbagai tantangan dan peluang yang ada di depan.

“Kami atas nama Pemprov Kalteng, mengucapkan terima kasih kepada Bappenas yang telah memfasilitasi penyusunan Grand Design Kalteng 2045, melalui pembahasan yang intensif dengan para pemangku kepentingan. Yang mana hasilnya nanti akan dipaparkan melalui Konsultasi Publik Tahap II saat ini,” imbuhnya.

Dengan menjaring masukan dari berbagai sumber, lanjut Herson, diharapkan dokumen Grand Design Kalteng 2045 benar-benar mampu mewujudkan tujuan dan sasaran Pembangunan Jangka Panjang Kalteng, dalam rangka mewujudkan masyarakat Kalteng yang sejahtera dan bermartabat.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kalteng Kaspinor melalui Kabid Penelitian dan Pengembangan, Mimi, mengatakan, penyusunan Grand Design Kalteng 2045 sejalan dengan peluncuruan Visi Indonesia 2045 oleh Presiden RI menuju Indonesia berdaulat, maju, adil, dan makmur. Selain itu ditargetkan Indonesia menjadi Negara Ekonomi terkuat lima besar dunia, serta memenuhi amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017.

Baca Juga :  Hendra Lesmana Launching Tagline Logo LBC, Ini Maknanya

Dia menambahkan, ada 12 tahapan pembahasan yang dilaksanakan secara mendalam melalui FGD dalam penyusunan Grand Design Kalteng 2045, antara lain perumusan visi, misi, dan sasaran utama Pembangunan Grand Design Kalteng 2045, Konsultasi Publik tahap I untuk penyempurnaan Visi dan Misi Kalteng 2045, penajaman isu strategis dan perumusan rencana lingkungan hidup, penataan ruang, mitigasi resiko bencana, dan sosial ekonomi pada tiga wilayah pembahasan, yaitu wilayah barat, wilayah tengah, dan wilayah timur.

Kemudian, penahapan pembangunan dan skema pembiayaan Grand Design Kalteng 2045, serta Konsultasi Publik ke II Grand Design Kalteng 2045. (ka/MMC/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA