Sejumlah Tokoh Dayak Mulai “Turun Gunung”
SAMPIT, inikalteng.com – Sejumlah tokoh masyarakat adat Dayak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai turun gunung. Hal itu sehubungan dalam waktu dekat ini akan digelar musyawarah daerah (musda) untuk menyusun kepengurusan organisasi Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kabupaten Kotim.
Sejumlah tokoh yang datang, menyempatkan menemui Bupati Kotim Halikinnor. Mereka di antaranya Martha Ujai, Redy Setiawan, Rimbun, Wintersius, Yohanes Aridian, Tjumbie, Ahmad Yani dan Ferdinan Lantik.

Informasi yang dihimpun, pelaksanaan Musda Batamad Kotim ini sendiri akan digelar dalam waktu dekat. Batamad Provinsi Kalteng kabarnya sudah menetapkan Rimbun ST yang juga Anggota DPRD Kotim sebagai Ketua Tim Formatur bersama dengan sejumlah tokoh adat lainnya.
Rimbun usai menemui Bupati Kotim menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Bupati Kotim mengenai kegiatan yang mereka agendakan ini.
“Kami sudah audiensikan dengan Bupati perihal rencana kegiatan Musda Batamad ini. Tentu harus kita sampaikan kepada Bupati hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ini, terlebih ini adalah kegiatan yang berkaitan adat,” jelas Rimbun di Sampit, Jumat (19/3/2021).
Sebagai tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, menurut Rimbun, pihaknya menginginkan eksistensi Batamad bisa dihargai, terutama untuk kalangan masyarakat adat. Batamad harus dijadikan sebagai salah satu unsur pengaman kebijakan pemerintah daerah untuk pembangunan Kabupaten Kotim hingga ke pelosok perdesaan.
“Kami sangat mengapresiasi sikap Bupati Kotim yang sudah menerima audiensi itu. Bupati juga menyatakan dukungannya untuk pelaksanaan Musda Batamad Kotim, yang akan dilaksanakan pada awal April 2021 nanti,” ungkap Rimbun.
Sementara di tempat terpisah, Bupati Kotim Halikinnor menyatakan mendukung agar eksistensi dari Batamad harus tetap dipertahankan. Namun, dia meminta agar Musda Batamad Kotim nantinya jangan sampai membuat perpecahan di kalangan masyarakat adat setempat. Pihak yang sebelumnya sudah tergabung dalam kepengurusan Batamad, hendaknya dirangkul dan diakomodir dalam kepengurusan baru nantinya.
“Yang pasti, jangan sampai terjadi polemik, dan kita harus tetap bersatu,” kata Halikinnor.
Diketahui, saat ini di Kotim sejatinya sudah terbentuk kepengurusan Batamad Kotim. Namun, ternyata kepengurusan Batamad Kotim yang dibentuk sendiri tanpa ada koordinasi dengan Batamad Provinsi Kalteng, membuat keberadaan Batamad Kotim saat ini tidak ada dalam struktur organisasi yang diakui Batamad Kalteng di bawah pimpinan Yuandrias tersebut. Alhasil, Batamad Kalteng memerintahkan agar di Kotim segera dibentuk kepengurusan Batamad yang sesuai dengan peraturan organisasi itu sendiri dalam waktu dekat ini. (ya/red)



