oleh

Belum Ada Perusahaan Sawit di Kalteng Lakukan PHK saat Pandemi Corona

PALANGKA RAYA – Perusahaan kelapa sawit saat ini merupakan salah satu penentu perekonomian di Provinsi Kalteng. Bila pada sektor usaha lain banyak yang tumbang akibat gempuran virus Corona, namun hingga saat ini belum ditemui adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalteng yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Di Kalteng hanya sawit yang tetap bertahan. Komoditas ini adalah  barang primer, sehingga tetap survive pada masa pandemi. Saat ini, tidak ada satupun perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melakukan PHK,” jelas Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng, Rawing Rambang, di Palangka Raya, Senin (22/6/2020).

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Pelaksanaan Bola Volly PWI Cup 2021

Wilayah Provinsi Kalteng memiliki luas 15,3 juta hektar (Ha) luas, dengan perkebunan kelapa sawit mencapai 1,5 juta Ha. Untuk luasan kebun petani plasma sekitar 214 ribu Ha dan petani swadaya 151 ribu Ha. Sedangkan perekonomian di Kalteng yang tumbuh dengan pesat adalah di bagian barat, terdiri dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Seruyan, Sukamara dan Lamandau.

Baca Juga :  Kedai Melayani Pembeli Tanpa Masker Didenda Rp5 Juta

“70 persen di wilayah itu terdiri dari kebun kelapa sawit. Kobar, Kotim, Seruyan punya bandara sendiri. Di Kotim dan Kobar juga ada mall. Pertumbuhan ekonomi di sini tumbuh sangat signifikan,” kata Rawing.

Di saat pandemi Corona seperti sekarang ini, kelapa sawit adalah satu-satunya komoditas yang pengembangannya tetap berjalan dengan Perkebunan Sawit Rakyat (PSR). Bahkan, dana yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), saat ini sedang berjalan di Kabupaten Kotim, Kobar dan Seruyan.

Baca Juga :  Ferry Khaidir Serahkan Bantuan Masker Ke Puskesmas Terawan

“Komoditas lain yang pengembangannya menggunakan dana pemerintah, berhenti semua karena anggarannya dialihkan untuk percepatan penanganan virus Corona,” pungkas Rawung Rambang.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA