PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Di tengah kesibukannya sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) serta menjadi pimpinan di berbagai organisasi skala daerah maupun nasional, Dr Andrie Elia SE MSi masih menyempatkan waktu setiap akhir pekan untuk berkumpul bersama keluarga.
“Quality time” keluarga Andrie Elia tampak sangat sederhana. Alih-alih berunjung ke luar daerah atau restoran mewah, mereka lebih senang menyambangi Betang AE yang juga merupakan tempat lahan perkebunan keluarga Andrie Elia di Desa Tangkiling, Kecamatan Bukit, Kota Palangka Raya.

Hobi berkebun keluarga Andrie Elia ini telah dilakukan sejak lama. Baginya, berkebun sudah menjadi bagian dalam kehidupan keluarga. Sejak dulu untuk memenuhi kebutuhan sayur-mayur semua diperoleh dari kebun pribadi keluarga. Bahkan biasanya, berbagai jenis sayuran dan buah-buahan hasil dari kebun mereka, dengan sukacita diberikan kepada keluarga, rekan dan bahkan pegawai atau staf UPR.
Bagi Andrie Elia, berkebun merupakan salah satu pilihan untuk menghilangkan penat akibat beban kerja yang berat. Berkebun menurutnya adalah identitas diri masyarakat Dayak yang identik dengan hutan dan sistem pertanian tradisional. Berkebun merupakan simbol kemandirian dan independensi, simbol perjuangan serta perlawanan terhadap situasi dan keadaan. Maka tidak salah jika petani dijuluki sebagai Soko Guru Bangsa.
“Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda dunia, isu ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi hal yang tidak boleh lepas dalam agenda perjuangan. Dengan berkebun memanfaatkan lahan ataupun halaman rumah, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan pangan yang kuat, minimal dalam konteks keluarga,” ucap Andrie Elia ketika memetik macam beberapa buah dan sayuran di lahan kebunnya, Sabtu (3/2021).
Dengan memanfaatkan lahan ataupun halaman rumah untuk berkebun, dapat membantu mewujudkan kedaulatan pangan dan mampu bertahan dalam situasi krisis pandemi Covid-19. Setiap keluarga diharapkan mampu menjadi penyangga untuk mempertahankan ketahanan pangan masing-masing.
“Kita bisa dan mampu membantu pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan bagi petani sekaligus negara ini. Semangat dan nilai-nilai kesatuan dan gotong royong inilah yang turut membangun serta menjaga keutuhan daerah dan bangsa Indonesia,” terang Andrie Elia yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak Provisni Kalteng. (*/red)










