49 Desa di Kotim Belum Teraliri Listrik, Ini yang Dilakukan Dewan

SAMPIT, inikalteng.com – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) aktif berkoordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mempercepat pemerataan kelistrikan hingga ke daerah-daerah pelosok. Karena hingga sekarang masih ada puluhan desa di Kotim belum dialiri listrik.

“Kami mendorong pemerintah daerah supaya lebih memperhatikan desa yang belum teraliri listrik ataupun sinyal selular, kondisi di desa juga harus menjadi perhatian,” kata Wakil Ketua II Kabupaten Kotim H Hairis Salamad di Sampit, Kamis (26/5/2021).

Belum meratanya kelistrikan menjadi perhatian DPRD karena selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Masih ada sekitar 49 desa yang belum dialiri listrik oleh PT PLN sehingga warganya mengandalkan listrik menggunakan genset maupun listrik tenaga surya.

Dari hasil diskusi DPRD dan pimpinan PT PLN Kota Palangka Raya, beberapa waktu lalu, Hairis menyebutkan bahwa peluang untuk percepatan perluasan jaringan listrik di Kotim masih terbuka. Bahkan dari informasi yang disampaikan pihak PLN, ada satu desa di Kotim yang sudah dicanangkan untuk dipasang jaringan baru, namun tertunda karena terbentur beberapa persoalan.

“Hasil pertemuan kemarin pada prinsipnya pihak PLN sangat mendukung terkait dengan percepatan pembangunan jaringan listrik baru bagi desa-desa yang masih belum teraliri listrik, hanya saja pihaknya meminta back up dari pihak eksekutif dan legislatif untuk mempermudah urusan birokrasi,” jelasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan perlunya kesamaan pandangan antara semua pihak, baik pemerintah daerah, PLN maupun pihak perusahaan yang terlibat dalam pemasangan jaringan baru untuk listrik di sejumlah desa di wilayah utara Kabupaten Kotim.

Ia meyakini dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, target percepatan perluasan jaringan listrik maupun akses jaringan telekomunikasi di kabupaten ini bisa cepat terwujud. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan dalam menikmati akses layanan publik tersebut.

“Listrik mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi. Keberadaan listrik akan turut mendorong percepatan kemajuan ekonomi di desa,” ucapnya. (ya/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *