PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Anggota MPR RI dari unsur DPD, Agustin Teras Narang, kembali menegaskan urgensi penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan sosialisasi empat konsensus dasar kebangsaan kepada siswa SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Palangka Raya, Senin (17/11/2025).
Di hadapan para pelajar, Teras menekankan bahwa generasi muda harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya, kata dia, menjadi fondasi utama yang menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika zaman.
“Dalam Pancasila sudah diajarkan bagaimana kita hidup dalam keberagaman. Menghargai perbedaan adalah fondasi utama yang harus terus ditanamkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa UUD 1945 berfungsi sebagai pedoman hukum yang mengatur sistem ketatanegaraan Indonesia, termasuk struktur lembaga negara beserta perannya. Menurutnya, pemahaman terhadap konstitusi sangat penting agar generasi muda tidak salah memahami arah perjalanan bangsa.
Terkait NKRI, Teras mengajak para siswa mewaspadai arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang membawa berbagai pengaruh dari luar. Ia menilai teknologi digital dapat menjadi peluang besar bagi kemajuan bangsa apabila digunakan secara cerdas, namun juga berisiko merusak karakter generasi muda bila tidak digunakan dengan benar.
“Segala informasi kini bisa diakses. Jika tidak disaring, kemajuan teknologi justru dapat merusak generasi muda,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dipupuk di tengah meningkatnya isu-isu yang berpotensi memecah belah. Ia mendorong para siswa menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Perbedaan itu pasti, tetapi jadikan perbedaan sebagai aset bagi kemajuan bangsa kita,” imbuhnya.
Kepala SMA Katolik Santo Petrus Kanisius, Fransiscus Asisi Endro Suryanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Teras Narang. Ia mengatakan pembekalan nilai kebangsaan sangat relevan untuk memperkuat karakter peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
“Kami bangga atas kunjungan ini. Pembekalan seperti ini penting agar siswa memiliki pondasi moral yang kuat,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat dari para siswa. Mereka aktif bertanya seputar penerapan nilai kebangsaan di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks dan sering kali menyimpang dari nilai dasar bangsa.
Penulis/editor : Adinata










