Sehari Tiga Kali Kebakaran Hutan, BPBD Kotim Minta Masyarakat Waspada

SAMPIT, inikalteng.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam sehari, Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat sedikitnya ada tiga titik kebakaran lahan yang terjadi di daerah setempat, Rabu (21/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan, titik kebakaran pertama terjadi di Jalan Robby, Komplek Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan berada tidak jauh dari akses jalan.

“Di Jalan Robby kebakaran terjadi di lahan semak, posisinya cukup dekat dengan jalan sehingga cepat terlihat oleh warga,” ujar Multazam.

Titik kebakaran lainnya dilaporkan terjadi di Jalan Bawi Jahawen, masih di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lokasi kebakaran ini dinilai cukup berisiko karena berada dekat dengan permukiman warga.

“Kejadian di Bawi Jahawen cukup rawan karena api sempat mendekati rumah warga, namun berhasil dikendalikan sebelum meluas,” jelasnya.

Sementara titik ketiga kebakaran lahan terjadi di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga. BPBD Kotim bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan dan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Menurut Multazam, meningkatnya kejadian kebakaran lahan ini dipicu oleh kondisi cuaca yang relatif kering dan minim hujan dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut membuat lahan, terutama semak dan gambut, mudah terbakar.

“Kondisi saat ini cukup rawan. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika menemukan titik api,” tegasnya.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memprakirakan, cuaca di wilayah Kotim masih didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan dalam 24 jam ke depan.

Meski demikian, BMKG menyebut kondisi atmosfer di Kotim belum menunjukkan potensi hujan lebat yang signifikan untuk menurunkan risiko karhutla.

“Secara umum kondisi atmosfer masih stabil dan tidak mendukung pertumbuhan awan hujan yang intens,” tulis BMKG dalam keterangannya.

BMKG juga mencatat adanya sejumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah yang terdeteksi di beberapa kecamatan di Kotim, sehingga potensi karhutla masih perlu diwaspadai.

Penulis : Wiyandri
Editor : Ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *