KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Ratusan santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA/TPA) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mengikuti Khataman dan Wisuda yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TKA/TPA (LPPTKA) BKPRMI Kabupaten Kapuas Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Minggu (21/12/2025).
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno yang hadir dan memberikan sambutan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an di daerah tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ustadz dan ustadzah, pembina, pengasuh, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Kapuas,” ujar Wiyatno.
Kegiatan khataman dan wisuda santri ini diselenggarakan oleh LPPTKA BKPRMI Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kapuas. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Siti Saniah Wiyatno.
Dalam sambutannya, Wiyatno menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an merupakan kewajiban umat Islam, sebagai upaya mengenalkan, mengajarkan, memahami, menghayati, serta mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Kegiatan khataman dan wisuda ini memiliki makna yang sangat penting, khususnya bagi generasi Muslim, sebagai bentuk keberhasilan pembinaan baca tulis Al-Qur’an sejak usia dini,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 jumlah santri yang mengikuti khataman dan wisuda mencapai 678 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kapuas. Rinciannya, Kecamatan Selat sebanyak 206 santri, Dadahup 39 santri, Pulau Petak 44 santri, Kapuas Timur 105 santri, Kapuas Hilir 20 santri, Mantangai 26 santri, Kapuas Kuala 22 santri, Kapuas Barat 40 santri, Kapuas Murung 70 santri, Tamban Catur 18 santri, Basarang 61 santri, dan Bataguh 27 santri.
Menurut Wiyatno, jumlah tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat serta keberhasilan para ustadz dan ustadzah dalam membina santri TKA/TPA di wilayah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana penanaman nilai-nilai kecintaan terhadap Al-Qur’an, Islam, serta pembentukan akhlak mulia bagi anak-anak sejak dini.
Penulis: Sri
Editor: Adi










