PALANGKA RAYA, inikalteng.com – “Pumpung Hai” atau pertemuan besar kembali digelar oleh Masyarakat Adat Dayak Kalimantan setelah beberapa tahun terakhir terkendala pandemi Covid-19. Dalam rangkaian acara ini juga ada peragaan seribu duhung, salah satu senjata khas Dayak selain mandau yang sudah dikenal luas
Kegiatan yang dihadiri ribuan warga Dayak se-Kalimantan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Dr Andrie Elia mewakili Ketua DAD Kalteng H Agustiar Sabran, bertempat di Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu (27/7/2022).
“Pumpung Hai merupakan wujud menjaga budaya Dayak se-Kalimantan dalam persatuan, perdamaian, dan keramahan masyarakat Dayak. Ini patut kita banggakan sebagai bentuk komitmen bersama membangkitkan semangat kebudayaan daerah dan mengingat kembali tonggak sejarah Dayak,” kata Andrie Elia dalam sambutannya.

Dalam rangkaian acara ini, Andrie Elia juga melepas Karnaval Budaya yang diikuti peserta unsur adat Dayak, Ormas Dayak, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya.
Ketua Panitia Pumpung Hai Tahun 2022, Andreas Junaidy mengatakan, event budaya ini merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk menjaga kelestarian dan keluhuran adat Dayak.
“Event ini untuk mempersatukan masyarakat Dayak, menjaga kebudayaan, dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa Dayak memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat, harmonis, dan bertoleransi tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Presiden MADN Rahmad Nasution Hamka mengharapkan, Pumpung Hai ini menjadi event tahunan dan agenda rutin, sebagai bentuk warga Dayak se-Kalimantan dalam menjaga budaya serta harkat dan martabatnya. Pumpung Hai ini merupakan cerminan hasil rapat perdamaian Tumbang Anoi pada masa lalu, sebagai bentuk kedamaian dan keharmonisan seluruh suku Dayak di tanah Kalimantan.
”Ke depan panitia bisa mengundang seluruh tokoh adat di Pulau Borneo ini. Termasuk dari Sabah, Serawak, dan Brunei,” harap Hamka.
Kegiatan Pekan Budaya Festival yang menampilkan seribu duhung ini, juga banyak mendapat dukungan san apresiasi dari berbagai pihak, baik Pemerintah Provinsi Kalteng dan daerah, serta unsur Forkompimda. Festival ini diselenggarakan dari tanggal 27 – 31 Juli 2022, bertempat di Lapangan Temanggung Tilung (areal pameran).
Festival ini diisi dengan Pameran Produk Inovasi, Potensi Produk UMKN, Demo Produk, Festival Kuliner, Festival Kesenian dan Kompetisi Pencak Silat Dayak se-Kalimantan. Selain itu, digelar pula Rapat Besar Pimpinan dan Kedemangan se-Borneo. (*/red)









