SAMPIT, inikalteng.com – Sebanyak 24 Brigade Pangan (BP), telah terbentuk dan beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak dua tahun terakhir. Pembentukan BP untuk mempercepat swasembada pangan, dengan melibatkan peran generasi muda dan penggunaan teknologi pertanian modern.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Permata Fitri menjelaskan, BP sebagai program Kementerian Pertanian mulai dibentuk tahun 2024 di Kotim, dengan jumlah 18 BP. Program itu kemudian dilanjutkan pada tahun 2025 dengan membentuk 6 BP.
Setiap kelompok BP diisi oleh anak muda, yang dibekali peralatan mesin pertanian lengkap dari Kementerian Pertanian.
“BP ini beranggotakan 15 orang kaum milenial, dengan batas usia maksimal 40 tahun. Dari Kementerian Pertanian akan memfasilitasi mereka dengan peralatan mekanisasi pertanian,” ungkap Fitri, Kamis (15/1/2026).
Bantuan peralatan yang diterima setiap BP diantaranya, satu unit combine harvester atau alat panen padi, satu unit rotavator sebagai alat olah lahan modern, enam unit hand traktor, serta empat unit alat tanam. Bahkan BP terbaru terbaru tahun 2025 difasilitasi teknologi drone pertanian.
Kehadiran BP yang dilengkapi alat mekanisasi moderen, bertujuan membantu kelompok tani (poktan) maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) dalam memangkas waktu kerja, mulai dari pengolahan lahan hingga paska panen.
“Sekarang ini petani tidak perlu lagi menunggu giliran terlalu lama, untuk pengolahan lahan atau panen. Ketika selesai panen dan perlu segera olah lahan, mereka bisa langsung melapor ke BP dan langsung dikerjakan karena perhitungannya sudah diatur di internal mereka,” ujar Fitri.
Pemerintah Kabupaten Kotim masih membuka peluang terbentuknya BP baru, selama memenuhi persyaratan. Setiap BP harus memiliki antara 150 hingga 200 hektare lahan, baik dalam hal optimalisasi lahan maupun program cetak sawah.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika



