PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mempercepat program peningkatan kualitas jalan dan drainase sebagai komitmen dalam membangun infrastruktur dasar yang memadai dan berkelanjutan. Langkah ini untuk mewujudkan kota yang nyaman, tertata, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar mengatakan, pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah nyata untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan mempercepat pemerataan layanan publik.
“Hampir seluruh kegiatan jalan dan drainase yang direncanakan tahun ini sudah berjalan. Progres jalan sudah mencapai sekitar 80 persen, sementara pekerjaan drainase rata-rata sudah berjalan sekitar 30 hingga 60 persen, dan seluruhnya ditargetkan selesai sesuai jadwal,” kata Fahrial, Minggu (27/7/2025).
Ia menegaskan, program ini merupakan perwujudan langsung dari visi wali kota dan wakil wali kota yang memprioritaskan sektor infrastruktur. Hingga kini, sebanyak 49 titik proyek peningkatan jalan telah digarap di berbagai kawasan strategis, termasuk Jalan Badak, Mahir Mahar V, Tingang, dan Pangeran Samudera.
Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi drainase juga dikerjakan di 19 titik prioritas, termasuk di Jalan Embang, Meranti III, dan Bukit Raya XV. Untuk memperkuat pengendalian genangan air, Pemko juga menjalankan program pemeliharaan drainase sepanjang lebih dari 145 ribu meter yang melibatkan langsung Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di enam kelurahan.
“Program ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap layanan dasar masyarakat, khususnya pengurangan genangan, perbaikan akses jalan, serta lingkungan yang sehat dan aman,” ujarnya.
Fahrial menambahkan, pembangunan infrastruktur ini juga berjalan berdampingan dengan program strategis lainnya, seperti revitalisasi rumah ibadah, pelatihan ekonomi kreatif, hingga subsidi modal UMKM.
“Membangun tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan,” pungkasnya.
Editor : Yohanes Frans Dodie










