SAMPIT, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memacu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Penguatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga pembukaan akses pasar menjadi fokus utama agar produk lokal mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, UMKM memiliki peran strategis karena langsung bersentuhan dengan perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan memperluas skala usaha.
“Pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perubahan. Digitalisasi memjadi kunci agar produk lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, peningkatan kapasitas symber daya manusia menjadi langkah awal yang penting. Pemerintah daerah secara bertahap memberikan pendampinfgan, termasuk penguatan manajemen usaha dan pemasaran berbasis daring, agar UMKM siap menghadapi persaingan.
Selain penguatan kemampuan, Pemkab Kotim juga memanfaatkan agenda pameran sebagai sarana promosi. Kegiatan seperti Sampit Expo dinilai efektif mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen, mitra usaha, hingga calon investor.
“Pameran bukan hanya soal jual beli, tapi juga membuka peluang jejaring dan kerja sama,” katanya.
Upaya lain yang temgah didorong adalah kemitraan dengan sektor ritel modern. Melalui kerja sama tersebut, UMKM lokal diharapkan memperoleh pembinaan, standar kualitas produk, serta akses ke jalur distribusi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Halikinnor menegaskan, penguatan UMKM merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Ketika usaha kecil tumbuh menjadi usaha menengah, dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
“Ekonomi daerah akan semakin kuat jika UMKM kita mampu naik kelas dan menjadi i pemain utama,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ika



