oleh

KPID Kalteng Ajak Mahasiswa Bantu Sosialisasi ASO ke Masyarakat

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah mengajak kalangan mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari berbagai universtias yang ada di Provinsi Kalteng bantu sosialisasi terkait Analog Switch Off (ASO) atau penghentian penyiaran analog beralih ke siaran digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPID Kalteng Ilham Busra dalam kegiatan Ngopi Ngobrol Santuy (NNS) di Cafe Kopi Jos Palangka Raya, Selasa (18/10/2022). Turut hadir sebagai narasumber adalah Kepala Diskominfosantik Kalteng Agus Siswadi dan Ketua Komisi I DPRD Kalteng Freddy Ering.

Ketua KPID Kalteng mengatakan dalam kegiatan ngopi tersebut akan dibahas mengenai salah satu kewajiban KPID dalam rangka mendukung program Pemerintah pusat secara nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga :  RTM di Kalteng akan Dapat Bantuan STB dari Kemkominfo

“Di dalam salah satu Undang-Undang Cipta Kerja ada pembahasan mengenai Analog Switch Off (ASO). Saya yakin banyak rekan-rekan mahasiswa tidak tahu apa itu ASO, dan malam ini akan disampaikan materi terkait kebijakan tentang ASO ini,” ucapnya.

Kepala Diskominfosantik Kalteng Agus Siswadi dan Ketua Komisi I DPRD Kalteng Freddy Ering turut jadi narasumber dalam acara ngopi ngobrol santuy,

Ilham juga menyatakan bahwa Pemerintah punya tiga tahapan penerapan ASO, pertama pada 30 April di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau, kedua pada 25 Agustus di Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur. “Terakhir pada 2 Nopember yang akan dilakukan secara serentak,” ujarnya.

“Bantuan Set Top Box (STB) akan diberikan dengan jumlah terbatas, mengingat keterbatasan anggaran di Kementerian Kominfo RI. Untuk wilayah Kalimantan pada tahun 2022 ini, yang mendapat bantuan hanya Kalimantan Selatan, sedangkan wilayah lainnya akan diupayakan bantuan pada tahun berikutnya. Untuk itu, disarankan kepada masyarakat agar mengalihkan TV analog ke siaran TV digital dengan menggunakan STB secara mandiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Agus menyebut masih ada beberapa desa di Kalteng yang blank spot dan desa yang belum bersignal 4G, sehingga adanya ASO ini akan membantu daerah terpencil sebab tidak perlu berlangganan internet dan juga gratis.

Baca Juga :  14 orang di Kalteng Masih Diisolasi

“Kita memang masih minim informasi apa itu ASO, tetapi Kalteng siap tidak siap harus siap sebelum bulan Nopember. Terkait dengan infrastruktur, walaupun di daerah sudah Switch Off, kekuatan pemancar juga perlu diperhatikan karena karakter geografis kita berjauhan antara satu daerah dengan daerah lainnya, sehingga perlu ekstra,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA