KUALA KURUN, inikalteng.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang digelar setiap dua tahun sekali, hendakanya bukan sekadar kegiatan seremoni, namun dapat dijadikan sebagai sarana untuk menjadi perekat antar umat beragama.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar usai menghadiri pawai taaruf MTQ ke-16 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-10 tingkat Kabupaten Gumas di taman Kota Kuala Kurun, Senin (7/8/2023).
“Saya berharap MTQ dan FSQ sebagai wahana permersatu umat agama, juga bagian dari sarana syiar agama Islam dan menjadi barometer untuk mendukung pembangunan di bidang spiritual,” ujar Akerman.
Ditambahkan dia, Gumas yang berisi masyarakat yang terdiri dari banyak macam suku, serta agama harus terus saling menjaga. Dengan saling memahami, sehingga daerah akan terus terpelihara dalam kedamaian hingga kondusifnya keamanan.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap, MTQ dan FSQ yang dilaksanakan mulai hari ini 7-10 Agustus 2023 ini harus dijadikan perekat antar elemen masyarakat dalam kemajemukan serta menjadi media kerukunan antar umat beragama, khususnya di Kabupaten Gumas.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Moch Washil mengungkapkan, kegiatan MTQ dan FSQ diikuti dari tujuh kecamatan yang bertujuan untuk menjaring dan menetapkan peserta terbaik.
” Adapun cabang yang akan diperlombakan dalam ajang ini meliputi Tilawah, Fahmil Alqur’an, Khath Alqur’an, Tartil, Hitdzil Alqur’an, Syarah Alqur’an,” sebut Washil.
Ia menambahkan, peserta yang behasil menjadi juara nantinya sebagai wakil dari Kabupaten Gumas pada MTQ dan FSQ tingkat Provinsi Kalteng yang diselenggarakan di kota Pangkalan bun Kabupaten Kotawaringin Barat pada 26 Oktober 2023 mendatang. (hy/red4)










