Dua Desa di Wilayah Pedalaman Nihil Nakes

DPRD Katingan205 Dilihat

KASONGAN, inikalteng.com – Sampai sekarang ini Puskesmas Pembantu (Pustu) di jalur Sungai Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu nihil keberadaan Tenaga Kesehatan (Nakes), baik perawat maupun bidan. Meskipun bangun institusi kesehatan tersebut sudah ada.

“Kondisi tersebut kita temui saat kita melakukan kunjungan ke sejumlah Pustu tersebut dalam rangka reses pekan lalu. Bahkan, saat mengunjungi, Pustu tersebut dalam keadaan terkunci. Bahkan, informasi yang didapat dari masyarakat setempat Pustu tersebut sudah hampir empat tahun tidak operasional,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Supriadi, Rabu (15/2/2023).

Memang, kata dia, dalam beberapa waktu ini akan ada penempatan bidan dan perawat di Pustu Kiham Batang dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Semoga janji itu menjadi kenyataan,” harap Legislator asal daerah pemilihan III ini.

Tak hanya itu, untuk Pustu di Desa Rantau Puka Kecamatan Katingan Hulu yang terbakar sejak tahun 2018 yang lalu atau sejak empat tahun yang lalu hingga kini belum ada keseriusan dari Dinkes setempat untuk memprogramkan pembangunan kembali. Padahal begitu penting manfaatnya bagi masyarakat setempat.

“Karena, bangunan tersebut menyangkut salah satu hajat hidup orang banyak, yang  erat sekali hubungannya dengan kesehatan penduduk setempat,” ujar Politikus PDIP ini.

Terkait dengan keberadaan perawat dan bidan di bagian hulu Katingan, utamanya masyarakat yang tinggal di wilayah akses jalan daratnya tidak sebaik di ibukota kecamatan menurutnya keberadaan bidan dan perawat sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Kalau ibu-ibu ingin melahirkan secara normal, lanjutnya, mungkin masih ada bidan kampung. Tapi, jika melahirkan dalam keadaan emergency, mau dibawa ke mana ?. Sedangkan di desa tersebut tidak ada bidan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan tidak ada alat kesehatan (alkes) yang memadai.

Jika ingin dibawa ke ibukota kecamatan Katingan yang ada Puskesmas beserta tenaga kesehatannya, terkendala akses jalannya. Karena, untuk menuju ke Puskesmas tersebut dengan menggunakan kelotok harus menempuh waktu perjalanan sekitar 6 jam. Itupun peralatan medisnya atau alkesnya belum tentu tersedia dengan lengkap.

Penulis : Fran

Editor : Dodie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *