oleh

DRPPA Wujud Komitmen Pemprov Kalteng Tingkatkan Kesetaraan Gender

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo menyebutkan, program pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kalteng, merupakan salah satu wujud komitmen Pemprov setempat dalam meningkatkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan, serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Saya berharap program ini dapat diimplementasikan di seluruh desa yang ada di Kalimantan Tengah, guna mewujudkan desa yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak, memenuhi hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedianya sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak,” tutur H Edy Pratowo, saat menggelar ramah tamah dan jamuan santap malam bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga :  Jelang KKN Kebangsaan, Danrem 102 Kunjungi UPR

Menurutnya, program percepatan penurunan angka stunting juga menjadi salah satu prioritas Pemprov Kalteng. Di mana Kalteng mendapat amanat untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 15,38 persen pada 2024, dan 14 persen secara nasional.

Baca Juga :  Musprov Korpri Kalteng 2022 Resmi Dibuka

“Perlu adanya partisipasi dan peran aktif segenap stakeholders terkait dalam menyosialisasikan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penyebarluasan informasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan kita bersama dari semua unsur, tentang pendidikan keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Gubernur Pantau Kondisi Pedalaman Kalteng Melalui Udara

Sementara itu, Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, mengucapkan terima kasih atas komitmen Kalteng yang akan mewujudkan DRPPA. “Desa Ramah Peduli Anak adalah program terintegrasi yang kita lakukan dimulai dari tingkat desa, berkaitan dengan kesetaraan gender dan juga pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tutupnya. (ka/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA