BUNTOK, inikalteng.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalteng, mengunjungi Kampung Budidaya Ikan Lokal, di Desa Danau Sadar, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Kunjungan itu dilakukan, guna mendukung program yang digagas Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.
Kepala DKP Kalteng H Darliansjah saat melakukan kunjungan ke Kampung Budidaya Ikan Lokal, di Desa Danau Sadar, Barsel, Senin (30/8/2021), mengatakan, apa yang dilakukannya dalam rangka Percepatan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Kalteng.
“Karena Pak Gubernur H Sugianto Sabran, terus berupaya melakukan berbagai macam terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah, yang nantinya diharapkan dapat menyejahterakan segenap lapisan masyarakat. Program terobosan yang digagas Gubernur di sektor perikanan dan kelautan ini, antara lain Pengembangan Budidaya Ikan Lokal, khususnya di wilayah yang sangat berpotensi untuk dikembangkan,” terangnya.
Terlebih di Desa Danau Sadar, diketahui sudah ada cikal bakal budidaya ikan lokal. Budidaya ikan lokal yang ada di tempat itu, berupa budidaya ikan keramba dengan komoditas ikan jelawat dan ikan toman yang masih dibudidayakan secara tradisional. Selain itu, Desa Danau Sadar yang merupakan salah satu potensi di Barsel, memiliki kondisi wilayah, topografi, dan sumber daya alam yang sangat layak untuk dikembangkan.
“Kegiatan yang dilakukan warga ini sudah berlangsung sejak lama, dengan sekitar 80 KK yang melakukan usaha budidaya keramba tradisional. Tapi karena sulitnya benih didapat, menyebabkan sebagian masyarakat bukan lagi pembudidaya tetap,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, lanjut Darliansjah, program terobosan pengembangan budidaya ikan lokal berupa budidaya ikan toman dan ikan jelawat di lokasi Danau Sadar sangat dibutuhkan. Dengan begitu, dapat menciptakan budidaya ikan dan ekonomi kreatif yang mampu menjadi tambahan sumber penghasilan masyarakat di Kalteng.
“Pengembangan yang diharapkan nantinya, juga didukung oleh Pemerintah Daerah setempat, sangat memungkinkan menjadi kawasan budidaya ikan lokal dengan skala besar, berupa keramba-keramba konvensional berbahan HDPE dengan berbagai fasilitas penunjang. Harapan ke depan, dapat menjadi kawasan minawisata yang juga terintegrasi dengan olahraga dayung,” tutup Darliansjah. (MMC Kalteng/red2)










