Bupati Kotim Berencana Membangun Gedung Multiguna dan Sirkuit Balap Motor Road Race

SAMPIT, inikalteng.com– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana membangun dua proyek infrastruktur besar yang dinilai mendesak, yakni gedung multiguna dan sirkuit balap motor road race. Kedua fasilitas ini disiapkan untuk mendukung berbagai kegiatan skala besar, serta menjawab kebutuhan masyarakat khususnya generasi muda.

Bupati Kotim, Halikinnor menyebut, pembangunan gedung multiguna menjadi kebutuhan prioritas, karena hingga kini pemerintah daerah belum memiliki fasilitas yang benar-benar representatif untuk kegiatan besar.

“Selama ini setiap ada kegiatan besar, pemerintah daerah selalu menggunakan kawasan Stadion 29 Nopember Sampit, termasuk untuk upacara dan event lainnya,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Gedung multiguna rencananya dibangun tidak jauh dari kawasan Bundaran Balanga, Jalan Jenderal Sudirman. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar empat hektare, untuk mendukung proyek tersebut.

Gedung multiguna itu diperkirakan mampu menampung sekitar 5.000 hingga 7.000 orang, dan akan dilengkapi dengan dua jalur akses masuk dan keluar.

Menurut Halikinnor, penggunaan Stadion 29 Nopember Sampit untuk kegiatan non-olahraga selama ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan fasilitas. “Kalau lapangan stadion yang sudah bagus itu terus digunakan untuk kegiatan lain, tentu sangat disayangkan,” katanya.

Selain upacara, sejumlah kegiatan besar seperti Sampit Expo juga kerap digelar di kawasan stadion. Dengan adanya gedung multiguna nantinya, seluruh kegiatan skala besar bisa dialihkan ke satu lokasi khusus yang lebih layak.

Selain gedung multiguna, Pemkab Kotim juga merencanakan pembangunan sirkuit balap motor road race permanen. Selama ini, kegiatan balap motor masih menggunakan sirkuit non permanen di kawasan Taman Kota Sampit.

Pembangunan sirkuit dinilai mendesak karena banyaknya aspirasi dari anak muda, khususnya para pecinta otomotif, yang menginginkan Kotim, terutama Kota Sampit, memiliki sirkuit balap sendiri.

“Ini juga untuk mewadahi minat dan bakat generasi muda agar tersalurkan secara positif dan aman,” pungkas Halikinnor.

Penulis : Wiyandri
EDitor : Ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *