Animo peserta didik masuk sekolah rakyat tinggi di Kotim

SAMPIT, inikalteng.com – Animo masyarakat mau masuk sekolah rakyat cukup tinggi. Kuota yang disediakan sudah terpenuhi, sehingga kegiatan belajar mengajar diperkirakan dapat dimulai pada pertengahan September mendatang.

Wakil Bupati Kotim Irawati cukup semangat menyukseskan sekolah rakyat. Ia menilai kriteria penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat perlu disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat di daerah. Hal ini penting agar program pendidikan untuk anak dari keluarga tidak mampu benar-benar tepat sasaran.

Menurut Irawati, Kementerian Sosial menetapkan kriteria penerima program pada desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, indikator tersebut dinilai kurang relevan dengan kondisi masyarakat Kotim.

“Kalau di pusat, rumah kayu, masak pakai api, atau tidak punya MCK dianggap miskin. Tapi di Kalimantan hal itu justru sudah biasa. Rumah kayu di sini tidak otomatis berarti tidak mampu,” ujar Irawati, Rabu (27/8/2025).

Karena itu, Pemkab Kotim mengusulkan agar kriteria diperluas hingga desil 4. Dengan begitu, lebih banyak anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan akses ke Sekolah Rakyat.

Irawati menegaskan, verifikasi calon siswa tidak hanya mengacu pada data nasional, tetapi juga berdasarkan pengecekan langsung di lapangan. Tim Kementerian Sosial bahkan turun untuk melihat kondisi riil keluarga calon siswa.

“Bahkan ada yang tidak tercatat di DTSEN, tapi saat dicek di lapangan memang benar-benar miskin. Itu akhirnya bisa dimasukkan,” jelasnya.

Editor : Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *