Tinjau Kondisi Jalan ke Mantangai, Wiyatno Tegaskan Infrastruktur Tak Boleh Setengah-setengah

Pemkab Kapuas47 Dilihat

KAPUAS, inikalteng.com – Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno turun langsung ke lapangan meninjau kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Mantangai, Sabtu (31/1/2026). Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruas jalan yang telah direkonstruksi, yang masih dalam proses pengerjaan, hingga jalan-jalan yang sama sekali belum tersentuh perbaikan.

Di sela-sela peninjauan, Wiyatno menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak boleh dilakukan setengah-setengah dan harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, jalan merupakan urat nadi aktivitas warga, terutama dalam menunjang mobilitas, distribusi hasil usaha, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Ini menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, kita ingin memastikan kualitas perbaikannya betul-betul berdampak, bukan hanya bagus di laporan,” tegas Wiyatno.

Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk pengawasan langsung kepala daerah untuk memastikan percepatan peningkatan kualitas infrastruktur di Mantangai berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan. Wiyatno tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi mencocokkannya dengan kondisi nyata di lapangan.

Selain meninjau ruas jalan yang sudah dan sedang dikerjakan, Bupati juga melihat langsung kondisi jalan rusak yang belum masuk program rekonstruksi. Temuan lapangan itu akan dijadikan bahan evaluasi dan dasar penyusunan skala prioritas pembangunan infrastruktur ke depan, agar anggaran benar-benar dialokasikan pada titik-titik yang paling dibutuhkan masyarakat.

Usai peninjauan jalan, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah itu melanjutkan agenda ke Balai Desa Manyahi. Di lokasi tersebut, Wiyatno berdialog dengan Babinsa dan aparatur desa, dengan fokus pembahasan pada penguatan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi warga.

Dalam dialog tersebut, Bupati menekankan bahwa koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan anggota. Koperasi, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus mampu mengelola potensi lokal, memperkuat usaha kecil, dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

“Pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan penguatan ekonomi rakyat. Jalan diperbaiki, ekonomi desa juga harus bergerak. Itulah tujuan pembangunan yang kita dorong,” ujar Wiyatno.

Penulis: Sri
Editor: Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *