PALANGKA RAYA, inikalteng.com– Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mendorong penguatan peran Bimbingan Konseling (BK) di sekolah-sekolah guna mencegah dan menangani berbagai persoalan yang dialami peserta didik, termasuk perundungan dan kekerasan terhadap anak.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya ke-5 Masa Persidangan II Tahun 2025/2026 yang digelar di ruang rapat paripurna kantor DPRD Kota Palangka Raya, Kamis (15/1/2026).
Rana Muthia Oktari menyampaikan, selama jam sekolah yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perhatian dan pengawasan dari pihak sekolah, khususnya guru wali kelas dan tenaga BK, harus terus ditingkatkan.
Menurutnya, perubahan sikap atau perilaku pada anak bisa menjadi indikator adanya masalah yang sedang dihadapi, termasuk dugaan perundungan atau kekerasan. Kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan pendekatan yang tepat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun di masyarakat. Sikap tidak acuh ketika melihat anak mengalami perlakuan tidak baik dinilai dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis dan perkembangan anak.
“Kalau melihat hal-hal seperti itu, kita harus membantu. Jangan dibiarkan, karena dampaknya bisa sangat besar bagi anak,” ujarnya.
Rana berharap, dengan sinergi antara guru, tenaga BK, orang tua, dan masyarakat, lingkungan sekolah di Kota Palangka Raya dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika










