SAMPIT, inikalteng.com- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) kembali menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan sampah yang terjadi di sejumlah titik, termasuk kawasan Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang.
Lurah Pasir Putih, Zainal Arifin, memaparkan kondisi di lapangan serta langkah penanganan yang telah dilakukan pihak kelurahan.
Menurut Zainal, persoalan sampah yang menumpuk di wilayah Sawit Raya dan sekitarnya sebagian besar disebabkan oleh warga dari luar yang membuang sampah di lokasi tersebut, meski kelurahan telah menyediakan armada khusus pengangkut sampah rumah tangga.
“Sudah kami mempersiapkan armada. Sampah dari rumah tangga sudah lima hari ini kami kirim lewat dump truck menuju TPA. Sekarang masyarakat juga sudah banyak mengetahui soal penutupan tempat pembuangan sebelumnya,” ujarnya, Selasa (2/11/2025)
Ia menegaskan bahwa lokasi pembuangan sementara yang ada sebenarnya diprioritaskan hanya untuk warga Sawit Raya dan wilayah sekitar, bukan untuk masyarakat dari luar. Namun faktanya, sampah yang menumpuk di pinggir jalan hampir seluruhnya berasal dari warga luar wilayah.
“Yang di luar ini, khusus yang di pinggir jalan, bisa dikatakan 100 persen dari luar. Karena kami sudah siapkan tosa untuk masyarakat sekitar. Sampah yang menumpuk di luar ini otomatis dari masyarakat luar,” katanya.
Zainal menjelaskan, persoalan ini sudah berlangsung lama. Kelurahan Pasir Putih pernah memiliki tiga titik tempat pembuangan sementara (TPS) yang berpindah-pindah sesuai kondisi lahan, mulai dari sekitar kantor Musirawas, dekat masjid, hingga lokasi saat ini.
“Lahan ini dihibahkan oleh masyarakat dan sudah dijadikan aset daerah. Kami berharap besar adanya TPS atau depo resmi dari pemerintah. Karena kalau hanya swadaya, kelurahan tidak sanggup menahan volume sampah yang terus bertambah,” jelasnya.
Penulis : Ardi
Editor : Ika










