Pemkab Kapuas Lakukan Persiapan Pemecahan Rekor MURI Mangarungut dan Mangacapi 2025

Pemkab Kapuas254 Dilihat

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pendidikan, menggelar rapat koordinasi untuk persiapan pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada kegiatan Mangarungut dan Mangacapi Tahun 2025. Rakor berlangsung di Rumah Betang Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Rabu (3/12/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Suwarno Muriyat, yang memimpin jalannya rapat, menyampaikan bahwa kegiatan budaya tersebut diproyeksikan melibatkan lebih dari 1.000 peserta, sebagian besar dari kalangan pelajar. Hal ini merupakan langkah strategis Pemkab Kapuas dalam melestarikan budaya lokal melalui partisipasi generasi muda.

“Kegiatan ini dipersiapkan untuk melibatkan lebih dari 1.000 peserta, yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya melalui generasi muda,” ujar Suwarno.

Rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan Polres Kapuas, Polsek Kapuas Hilir, Diskominfosantik, Kecamatan Kapuas Hilir, Satpol PP, serta tokoh pendidikan dari STAI Kapuas. Keterlibatan lintas sektor tersebut dinilai penting mengingat besarnya jumlah peserta serta kompleksitas teknis kegiatan.

Suwarno menambahkan bahwa rakor ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan peran setiap instansi, baik dari sisi keamanan, publikasi, maupun dukungan teknis lainnya.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum awal untuk menyelaraskan peran tiap instansi agar persiapan menuju pemecahan Rekor MURI dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Kapuas menyampaikan kesiapan untuk mendukung penuh jalannya kegiatan, khususnya terkait pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Instansi dan perangkat daerah lainnya juga memberikan masukan serta dukungan sesuai tugas masing-masing demi memastikan acara berjalan aman, tertib, dan sukses.

Pemkab Kapuas berharap upaya pemecahan Rekor MURI pada kegiatan Mangarungut dan Mangacapi Tahun 2025 tidak hanya menjadi prestasi daerah, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelestarian budaya serta peningkatan keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan adat dan tradisi lokal.

Penulis: Sri
Editor: Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *