Pembangunan Waterfront City Didukung Wakil Rakyat Kapuas

DPRD Kapuas503 Dilihat

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Program pembangunan Waterfront City yang digagas Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mendapat dukungan penuh dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggota DPRD Kapuas, Thosibae Limin, menyampaikan apresiasinya terhadap rencana pembangunan kawasan wisata dan ruang publik tersebut, yang dinilai strategis untuk pengembangan wilayah.

“Kami mendukung program pembangunan Waterfront City ini sebagai kawasan wisata dan ruang publik yang representatif ke depannya,” ujar Thosibae Limin, di Kuala Kapuas, Selasa (14/10/2025).

Pembangunan Waterfront City direncanakan akan berlokasi di sepanjang bantaran Sungai Kapuas, tepatnya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kuala Kapuas. Kawasan ini nantinya diharapkan menjadi ikon baru kota serta pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Menurut Thosibae, proyek ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya tarik wisata, memperindah wajah kota, dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sungai Kapuas adalah potensi besar. Jika dikelola dengan baik, Waterfront City bisa menjadi magnet wisata dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tambah legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Selain manfaat estetika dan ekonomi, Thosibae juga menyoroti pentingnya aspek sosial dari pembangunan tersebut. Proyek ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar serta meningkatkan kualitas hidup warga melalui tersedianya ruang publik yang nyaman dan layak.

Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan harus menjadi perhatian utama agar manfaat proyek benar-benar dirasakan secara merata.

“Pemerintah daerah harus terus melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kapuas I Kecamatan Selat, Thosibae menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar proyek ini tidak menimbulkan dampak negatif, khususnya terhadap ekosistem Sungai Kapuas.

“Aspek lingkungan, tata ruang, dan keberlanjutan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai pembangunan justru merusak potensi alam yang kita miliki,” ujarnya.

Penulis : Sri
Editor : Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *