SAMPIT, inikalteng.com – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim menggelar Lomba Masakan Khas Daerah Panginan Sukup Simpan dalam rangka Festival Budaya Habaring Hurung 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Citimall Sampit, Kamis (12/2/2026).
Lomba ini menjadi bagian dari agenda tahunan sekaligus ajang seleksi untuk menghadapi Festival Budaya Isen Mulang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 di Palangka Raya.
Staf Ahli Bupati Kotim, Wim RK Benung, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang digagas Disbudpar sebagai leading sector kebudayaan. Menurutnya, lomba ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
“Ini bagian dari Festival Habaring Hurung dan nantinya akan dilombakan kembali pada Festival Isen Mulang di Palangka Raya. Harapan kita Kotim bisa mempertahankan juara satu seperti tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelestarian kuliner tradisional merupakan tanggung jawab bersama agar budaya lokal tetap dikenal dan tidak tergerus perkembangan zaman. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi daerah.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba di pusat perbelanjaan bertujuan untuk memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas, khususnya kalangan muda.
“Kami ingin makanan khas daerah lebih dikenal. Jangan sampai kalah dengan makanan kekinian. Karena itu, selain rasa, tampilan juga harus menarik dan mengikuti standar lomba tingkat provinsi,” katanya.
Menurut Khairiah, para peserta menunjukkan kreativitas dengan mengangkat bahan-bahan lokal yang diolah menjadi sajian inovatif. Penilaian tidak hanya melihat cita rasa, tetapi juga penyajian dan kesesuaian dengan petunjuk teknis lomba provinsi.
Ia menambahkan, peserta yang terpilih sebagai juara akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebelum mewakili Kotim di tingkat provinsi.
“Kalau sudah terpilih, akan kami evaluasi dan sempurnakan lagi agar lebih siap bersaing. Tahun lalu kita juara satu, tentu tahun ini targetnya bisa mempertahankan prestasi,” tegasnya.
Lomba diikuti 15 kecamatan dari total 17 kecamatan di Kotim. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tidak ikut karena sebelumnya telah meraih juara tingkat provinsi, sedangkan Kecamatan Antang Kalang berhalangan karena mengikuti kegiatan di luar daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kotim berharap Panginan Sukup Simpan tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga potensi unggulan yang mampu mengangkat citra daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ika










