OJK se-Kalimantan Gelar Media Gathering di Yogyakarta

Ekonomi207 Dilihat

YOGYAKARTA, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) se-Kalimantan menggelar kegiatan media update dan media gathering bersama insan pers se-Kalimantan yang berlangsung pada 12–15 Januari 2026 di Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri para Kepala OJK dari seluruh wilayah Kalimantan, seperti Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Parjiman, Kepala OJK Kalimantan Selatan Agus Maiyo dan Ketua OJK Kalimantan Barat Rochma Hidayati.

Pada hari pertama, para peserta mengikuti agenda media update yang membahas perkembangan dan kondisi sektor jasa keuangan sepanjang tahun 2025. Selain itu, OJK juga menyampaikan materi terkait maraknya penipuan digital (scam) melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), serta berbagai inovasi keuangan digital yang telah dan terus dikembangkan OJK.

Tuan rumah Kepala OJK Yogyakarta, Eko Yunianto, dalam sambutan pembuka menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra OJK dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait sektor jasa keuangan.

“Media memiliki peran penting untuk membantu OJK menyampaikan informasi mengenai jasa keuangan yang legal dan logis, termasuk pelaku industri jasa keuangan di Yogyakarta yang berada di bawah pengawasan OJK,” kata Eko.

Menurutnya, kegiatan media gathering ini diharapkan menjadi wadah pertukaran informasi agar pemahaman masyarakat terhadap jasa keuangan semakin meningkat, sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan yang sehat.

Sementara itu, Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK Yogyakarta selaku tuan rumah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Parjiman menyebutkan, melalui media update ini, OJK juga menekankan pentingnya sosialisasi IASC serta inovasi keuangan digital kepada masyarakat luas. Ia mengungkapkan, nilai kerugian akibat penipuan digital secara nasional telah mencapai sekitar Rp9 triliun.

“Melalui peran media, kami berharap informasi ini dapat tersampaikan ke masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh berbagai modus penipuan atau scam,” ujarnya.

Parjiman menambahkan, berbagai modus penipuan dilakukan, bahkan mengatasnamakan instansi pemerintah seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), di mana masyarakat diarahkan untuk membuka dan memberikan data pribadi.

“Ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan tidak sembarangan memberikan data pribadi,” tegas Parjiman.

Sementara itu, Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz juga berharap dengan kegiatan media gathering akan makin meningkatkan pengetahuan insan pers terkait industri jasa keuangan, termasuk upaya OJK dalam mengedukasi masyarakat sehingga makin paham dan tidak mudah terjebak berbagai jenis penipuan digital.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap sinergi dengan media semakin kuat dalam mendukung perlindungan konsumen serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah pesatnya perkembangan digital.

Penulis/editor: Adi Nata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *