OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi, Nasional512 Dilihat

SURABAYA, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan. Tingkat literasi dan inklusi keuangan yang tinggi dinilai akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat membuka Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Surabaya, Jumat (25/10/2025).

“Sektor jasa keuangan memiliki potensi yang mampu melipatgandakan perekonomian, bahkan dapat beberapa kali lebih besar dari PDRB daerah apabila literasi dan inklusi masyarakat terus meningkat,” kata Mahendra.

Mahendra menjelaskan, masyarakat yang memiliki rekening tabungan harus diarahkan untuk memanfaatkan pembiayaan, investasi di pasar modal atau obligasi, serta memiliki produk asuransi. Hal ini diyakini akan meningkatkan produktivitas penggunaan produk keuangan dan memperbesar kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Dengan literasi dan inklusi yang besar, sekarang kita bergerak kepada kemanfaatan atau utilisasinya yang lebih tinggi lagi,” ujarnya, melalui siaran pers.

Acara bertema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Friderica menekankan pentingnya prinsip “No One Left Behind”, memastikan tidak ada kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan warga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), yang tertinggal dari akses keuangan. Ia menekankan tiga hal penting: edukasi keuangan yang tepat sasaran, inklusi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta sinergi dengan pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan akan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program. Menurutnya, meski inklusi keuangan di Jawa Timur sudah tinggi, tingkat literasinya perlu diperkuat agar layanan keuangan lebih mudah diakses, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Program inklusi keuangan OJK yang mencakup semua kalangan melalui prinsip ‘No One Left Behind’ harus didukung agar semua masyarakat maju, tumbuh, dan tangguh bersama,” kata Khofifah.

Khofifah berharap puncak BIK 2025 menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi Jawa Timur sekaligus menjadi inspirasi bagi provinsi lain di Indonesia.

Editor : Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *