SAMPIT, inikalteng.com – Aksi kejahatan jalanan kembali menggemparkan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pria dilaporkan menjadi korban pembegalan bersenjata api di kawasan perkebunan kelapa sawit, Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean. Akibat peristiwa tersebut, korban harus kehilangan uang tunai senilai Rp551 juta akibat digasak para pelaku.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Korban diketahui bernama Panji, seorang karyawan CV SJB, yang saat itu tengah melintas di area perkebunan PT Sawitmas menggunakan sepeda motor. Uang ratusan juta rupiah yang dibawanya diduga merupakan hasil pembayaran angkutan kelapa sawit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Panji tiba-tiba dicegat oleh empat orang tak dikenal di tengah jalan kebun yang sepi. Kawanan pelaku kemudian menodong korban dengan benda yang diduga senjata api, kemudian memaksa korban menyerahkan uang yang dibawanya.
Meski berada dalam situasi mencekam dan nyawanya terancam, korban dilaporkan selamat dari aksi kejahatan tersebut. Namun, seluruh uang yang dibawanya diambil paksa oleh para pelaku, yang kemudian melarikan diri ke arah yang belum diketahui.
Kapolsek Parenggean, AKP Danny Saputra, membenarkan adanya peristiwa pembegalan tersebut. Ia mengatakan bahwa kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotim.
“Benar, kasus ini sedang ditangani oleh pihak Satreskrim Polres Kotim. Korban sudah melaporkan kejadian tersebut,” ujar Danny Minggu (11/1/2026).
Ia juga menjelaskan, tim langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Sejumlah personel telah diterjunkan ke lapangan untuk memburu para pelaku yang diduga berjumlah empat orang.
“Tim dari Polres Kotim sudah bergerak dan berkoordinasi dengan kami. Anggota saat ini disebar untuk memburu kawanan pelaku,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Kasatreskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso. Ia membenarkan adanya aksi begal bersenjata api tersebut, namun belum dapat membeberkan secara rinci kronologi kejadian karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Benar, kasusnya sedang kami tangani,” kata AKP Sugiharso singkat melalui pesan WhatsApp.
Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah petugas keamanan (security) PT KIU Group Makin menerima laporan dari korban. Pihak security kemudian meneruskan informasi tersebut kepada kepolisian.
Hingga saat ini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi juga tengah mendalami kasus tersebut. Mengingat besarnya nominal uang yang dirampas serta penggunaan senjata api dalam aksi tersebut.
“Saat ini anggota masih berada di lapangan. Jika ada perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan. Yang jelas, korban selamat, namun uang yang dibawanya dilaporkan hilang diduga dibawa kabur oleh pelaku,” pungkas Danny.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pekerja perkebunan dan pelaku usaha angkutan, agar lebih waspada saat melintas di jalur-jalur sepi serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ika










