Inilah Jejak Langkah CGP Angkatan 7 Kabupaten Bartim

TAMIANG LAYANG, inikalteng.com – Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang bermotto “Gumi Jari Janang Kalalawah” memiliki banyak potensi terutama dalam bidang pendidikan, di antaranya potensi sumber daya manusia (SDA) yang juga terus bergeliat untuk memajukan diri sehingga bisa sejajar dengan daerah lainnya.

Diketahui, sejak 20 Oktober 2022 sampai dengan 9 Juli 2023, akhirnya Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 7 yang merupakan angkatan kedua setelah angkatan pertama yaitu CGP Angkatan 4, menelurkan 34 orang CGP. Pada tanggal 8-9 Juli 2023 lalu, sudah digelar Lokakarya 7 dan Panen Hasil Belajar berbagai macam hasil aksi nyata yang dipamerkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bartim. Ada tiga stand yang dipamerkan yaitu Kelas A (A1 dan A2), Kelas B (B1 dan B2), dan Kelas C (C1 dan C2).

“Program Guru Penggerak yang saat ini sedang bergulir untuk menggali potensi sebagai pemimpin pembelajaran di masa depan, sangat berperan penting dalam tranformasi utama pendidikan yang membawa angin segar bagi satuan pendidikannya masing-masing,” jelas Koordinator Balai Guru Penggerak (BGP) Kalteng, Hasiholan Yusuf di Tamiang Layang, baru-baru ini.

Hasiholan Yusuf sendiri merupakan Koordinator CGP Angkatan 7 Kabupaten Bartim, dengan fasilitator Sasi Andriani SPd dan Tria Susanti SPd yang pembelajarannya secara Assinkronus dan Sinkronus melewati 10 Modul. Koordinator pengajar praktik terdiri atas Yennie SPd MSi, Atantya Yuli SPd, Listin Ngatung SPd, Irma Susilawati SPd, Lorenawati SPd dan Riswan SPd MPd. Sedangkan Team Dinas Pendidikan Kabupaten Bartim semuanya sudah membersamai (mendampingi guru penggerak selama pendidikan) hingga di titik puncak akhir yaitu Panen Hasil Belajar.

“Diharapkan dari kegiatan tersebut bisa membawa perubahan yaitu transformasi pendidikan yang berpihak kepada siswa serta menjadi calon pemimpin di masa depan,” kata Hasiholan Yusuf.

Panen hasil belajar yang dilaksanakan pada 9 Juli 2023 lalu, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bartim, Sabai SPd MM. Acara ini dihadiri perwakilan kepala sekolah, komunitas belajar, guru-guru dari berbagai jenjang dan penggiat di dunia pendidikan.

Berbagai tanggapan yang luar biasa dan apresasi disampaikan terhadap hasil karya guru penggerak, dengan harapan bisa memotivasi guru-guru lainnya untuk lebih mengembangkan diri dalam pendidikan guru bergerak. “Tentunya harapan besar wajah pendidikan di Indonesia akan semakin membaik,” ucapnya lagi.

Sementara itu, ada dua sekolah yang menduduki peringkat terbanyak peserta dari sekolah masing-masing sebagai guru penggerak terbanyak yaitu SMAN 1 Pematang Karau dengan Kepala Sekolah Lishawati SPd MPd pada CGP Angkatan 7 ini sebanyak lima orang yaitu Peristono SPd, Adi SPd, Ardita Wirakusuma SPd, Muhammad Ilmi SPd dan Yanti Mandasari SPd.

Terbanyak kedua adalah SMAN 1 Tamiang Layang dengan Kepala Sekolah Istiqomah SPd, sebanyak empat orang terdiri dari Johana Christina Ria Simanjuntak SPd, Sulistiana Rasjuwita SPd, Ratih Karuehni SPd, dan Ima Karsuma Theresia SPd.

“Kami sangat berharap banyak guru lain dan sekolah mendukung program ini. Sehingga menjadikan generasi emas Indonesia semakin cemerlang untuk Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan,” kata Yanti Mandasari selaku salah seorang pada guru penggerak terbanyak yaitu SMAN 1 Pematang Karau saat ditemui di arena pameran Dinas Pendidikan Kabupaten Bartim. (nl/red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *