Cegah Peredaran Gelap Narkoba, Tim Gabungan Datangai Eks Golden di Kotim

SAMPIT, inikalteng.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama tim gabungan, mendatangi kawasan Eks Golden di Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Aksi ini dilakukan karena selama ini kawasan itu ditengara sebagai salah satu titik terparah peredaran narkoba di Kota Sampit.

Kehadiran tim gabungan yang berjumlah puluhan orang sempat membuat sebagian warga panik, bahkan ada sejumlah orang yang lari kocar kacir saat melihat kedatangan tim. Tim gabungan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Tim gabungan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari BNNK Kotim, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), TNI, Polri, Pemerintah Daerah, termasuk sejumlah organisasi kemasyarakatan salah satunya Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN).

Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadrli menjelaskan, langkah ini merupakan hasil rapat bersama yang dilakukan pada Desember 2025 laku, untuk merespons keresahan masyarakat.

“Ini adalah awal, selanjutnya akan ada kegiatan serupa. Kita kumpulkan tekad dan sekarang satu visi. Tangan pemerintah harus turun di sini, tidak bisa hanya kepolisian saja yang melakukan penangkapan. Pemda harus tahu kerisauan masyarakatnya,” tegas Fadrli.

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar pelaku transaksi, baik penjual maupun pembeli, sebenarnya adalah warga luar yang hanya memanfaatkan lokasi tersebut.

Sebagai bentuk keseriusan, dilakukan juga penandatanganan deklarasi komitmen bersama, antara seluruh petugas yang hadir dengan masyarakat setempat. Mereka bersepakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan Eks Golden, agar bersih dari peredaran gelap narkotika.

Kasat Narkoba Polres Kotim, AKP Suherman mengakui, bahwa Eks Golden sering menjadi tempat transaksi karena lokasinya yang strategis, memiliki banyak akses jalan, dan dekat dengan pasar.

“Selama ini warga cenderung masa bodoh karena takut. Saat kami melakukan penangkapan, mencari saksi sangat susah. Namun dengan adanya kegiatan dan komitmen bersama ini, kami harap masyarakat mulai terbuka,” ujar Suherman.

Ketakutan warga tersebut dibenarkan oleh Agus, salah satu penghuni setempat. Ia mengaku jika warga sebenarnya sangat keberatan dengan aktivitas transaski narkoba itu, namun mereka memilih diam demi keselamatan diri dan keluarga.

“Kalau sesama warga sini, kami berani menegur. Tetapi mereka itu kebanyakan warga luar, bukan warga sini. Kami tidak berkutik karena mereka sering mengancam. Kami tidak ingin timbul masalah lain di lingkungan kami,” ungkap Agus.

Dengan hadirnya tim gabungan tersebut, diharapkan masyarakat Kelurahan Mentawa Baru Hulu kini memiliki keberanian, untuk menolak secara tegas keberadaan para pengedar narkoba di wilayah mereka.

Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *